Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Persis Solo Terancam Sanksi karena Flare, Manajemen Berharap Denda Komdis Tidak Memberatkan

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 21 Mei 2026 | 20:36 WIB
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaannya melawan Dewa United di Stadion Manahan (16/5/2026). M. IHSAN/RADAR SOLO
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaannya melawan Dewa United di Stadion Manahan (16/5/2026). M. IHSAN/RADAR SOLO

SOLO - Hasil sidang Komite Disiplin PSSI yang digelar 4 Mei 2026 lalu, ternyata Persis Solo harus menerima sanksi denda sebesar Rp 25 juta, karena adanya suporter mereka yang hadir dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, 27 April 2026. 
Seperti diketahui, musim ini ada regulasi larangan suporter tamu hadir dalam sebuah pertandingan mendukung klub kebanggaannya. Dan pada laga di Jakarta tersebut, ribuan Persis Fans terlihat hadir mendukung Persis secara langsung.
Kini sanksi lainnya juga mengancam Persis, dan sepertinya akan membuat kantor keuangan manajemen semakin kempis. Penyalaan flare atau kembang api yang dilakukan suporter Persis Solo di Stadion Manahan Solo usai pertandingan melawan Dewa United (17/5/2026) lalu, dipastikan masuk dalam perhatian Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca Juga: Duh, Dalam Empat Bulan, 15 Ekor Sapi Mati di Gunungkidul akibat PMK: Pemkab Gencarkan Vaksinasi Ribuan Dosis

Kemenangan 1-0 atas Dewa disambut meriah ribuan suporter yang memadati Stadion Manahan. Seusai peluit panjang dibunyikan, tribun stadion dipenuhi nyala cerawat dan kembang api sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan Persis menjaga asa keluar dari ancaman degradasi.

Fenomena serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Solo. Sejumlah laga kandang terakhir tim-tim Super League musim ini juga diwarnai aksi penyalaan cerawat sebagai bentuk euforia suporter.

Namun, penggunaan cerawat dan kembang api di dalam stadion tetap melanggar regulasi kompetisi. Karena itu, aksi tersebut berpotensi membuat Persis Solo menerima sanksi denda dari Komdis PSSI.

Baca Juga: Honda Community Yogyakarta Berbagi Inspirasi di Panggung Laki Code 2026

Selain melanggar aturan, penyalaan cerawat juga sempat memakan korban. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar delapan penonton mengalami sesak napas akibat asap cerawat yang memenuhi area stadion.

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan mengaku, hingga kini pihak klub masih menunggu hasil sidang Komdis PSSI terkait insiden tersebut. Menurutnya, Komdis biasanya menggelar sidang rutin setiap Rabu dan Kamis untuk membahas berbagai pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan.

 “Seingat kami, Komdis itu sidangnya setiap hari Rabu dan Kamis. Kita tunggu saja hasil sidangnya. Mudah-mudahan kalau kena sanksi tidak terlalu banyak,” ujar Ginda kepada media, Rabu (20/5/2026). 

Baca Juga: Mengupas Khasiat Mengkudu: Manfaat Medis, Fakta Ilmiah, dan Mitos di Balik Si "Buah Busuk"

Ginda memahami aksi penyalaan cerawat dilakukan sebagai bentuk pelampiasan euforia suporter setelah menjalani laga kandang terakhir musim ini. Menurut dia, tradisi tersebut memang kerap terjadi di berbagai stadion ketika kompetisi memasuki akhir musim.

“Memang sudah jadi kebiasaan di setiap pertandingan terakhir liga ada sedikit euforia karena sudah selesai main di kandang,” katanya.

Meski demikian, Ginda berharap ke depan ada komunikasi yang lebih baik antara suporter dan klub jika ingin melakukan aksi tertentu di stadion.

Hal itu dinilai penting agar semangat dukungan suporter tetap tersalurkan tanpa harus membuat klub menerima sanksi denda dalam jumlah besar. “Kami berharap ke depannya kalau ada aksi-aksi bisa dikomunikasikan sehingga klub tidak kena denda yang berlebihan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bicara Tanggung Jawab Sosial Lulusan UGM, Anies Baswedan: Kalau Orang Baik Diam, Masalah Negeri Tak Selesai

Di sisi lain, Ginda tetap mengapresiasi dukungan besar yang diberikan suporter kepada Persis Solo dalam situasi sulit musim ini. Menurut dia, kehadiran dan semangat suporter diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.

“Saya suka semangatnya, teman-teman mau hadir. Mudah-mudahan pemain juga menganggap ini sebagai lecutan dan penambah semangat,” tuturnya.

Ginda menegaskan manajemen saat ini berusaha memastikan seluruh kebutuhan dan hak pemain terpenuhi agar skuad Persis Solo dapat tampil lepas dan maksimal dalam perjuangan terakhir menyelamatkan diri dari degradasi.

“Pemain harus bermain lepas. Kami dari manajemen hanya memastikan semua hak mereka terpenuhi sehingga bisa bermain maksimal,” pungkasnya. (hj/nik/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Terancam Sanksi #flare #PSSI #Persis Solo #suporter