Baca Juga: Persis Solo Terancam Sanksi karena Flare, Manajemen Berharap Denda Komdis Tidak Memberatkan
“Semua kegiatan akademik yang bersangkutan sementara dinonaktifkan. Seperti bimbingan akademik, bimbingan tugas akhir, termasuk menguji seminar proposal dan menguji skripsi,” kata Arifin.
Arifin menjabarkan, pembatasan berlaku untuk seluruh mahasiswa perempuan maupun laki-laki. Satu-satunya aktivitas yang masih diperbolehkan yakni mengajar secara daring untuk menyelesaikan sisa pertemuan perkuliahan semester berjalan.
Terkait sanksi kepegawaian terhadap F, fakultas menyerahkan sepenuhnya kepada rektorat sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
“Jadi bukan hanya mahasiswa pria saja, tapi semua bentuk aktivitas akademik dinonaktifkan. Kecuali pengajaran untuk menyelesaikan sisa pertemuan dalam bentuk daring,” beber Arifin.
Sementara itu, salah seorang korban R mengaku sempat mendapat ancaman dari F melalui grup WhatsApp (WA) kelas. “Kalau mau ikut meramaikan, monggo (silakan) saja. Semester kemarin kamu enggak lulus to di matkul (mata kuliah) saya?” tulis F.
Dalam grup itu, F juga menulis panjang lebar terkait keenganan untuk memberikan klarifikasi dalam bentuk apa pun. Ia membebaskan mahasiswanya untuk mempercayai atau tidaknya kasus yang terlanjur viral tersebut.
“Mau ikut meramaikan monggo, mau diam dan menolak informasi tersebut juga monggo. Yang mengenal saya rasanya cukup mudah untuk mengambil sikap terhadap informasi tersebut," tulis F lagi. (alf/fer/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita