SOLO - Aksi pencurian padi siap panen kembali menghantui petani di Bumi Sukowati Sragen. Kali ini, giliran area persawahan di Dukuh Putatan, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, yang diacak-acak maling. Polsek Ngrampal langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP).
Korban pun langsung ditemui untuk dimintai keterangan. Namun, respons mengejutkan justru datang dari petani yang menjadi korban penjarahan tersebut. “Tidak dilaporkan oleh korban. Saya sudah ke TKP dan berkoordinasi langsung. Korban justru menyampaikan, 'Mboten sah (tidak usah dilaporkan), Pak, kula pun ikhlas.' Bilangnya begitu,” ujar Kapolsek Ngrampal Iptu Tri Ediyanto, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Mengenal Hierarchical Value Map: Cara Baru Memahami Penggerak Utama di Balik Angka Penjualan
Berdasarkan hasil olah TKP, pelaku memanfaatkan letak sawah yang tergolong sepi. Lokasinya berada agak masuk ke dalam, sekitar 200 meter dari jalan umum yang mengarah ke Klandungan.
Tepatnya di pinggir kampung Kebon Kebok. Dari petak sawah itulah, pelaku berhasil menggondol bulir-bulir padi siap panen. Menurut kapolsek, volume kehilangan sekitar 4 sak atau karung padi. Estimasi kerugian berkisar Rp 1,2 juta. Untuk wilayah Desa Karangudi, aksi pencurian padi menjelang panen ini sebetulnya baru pertama kali terjadi.
Berbeda dengan tahun lalu, di mana kasus serupa justru marak dan berulang di wilayah kecamatan lain, seperti Gondang dan Sambungmacan. Kendati korban memilih ikhlas dan enggan membuat laporan resmi, pihak kepolisian tidak mau kecolongan lagi.
Polsek Ngrampal langsung tancap gas memperketat pengamanan di wilayah hukumnya. Imbauan kamtibmas ke pos-pos kamling yang sempat berjalan kini kembali digenjot.
”Kami minta warga, khususnya para petani, untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang musim panen ini. Patroli malam hari akan kami intensifkan, dengan fokus menyisir area pemukiman yang berdekatan langsung dengan kawasan persawahan,” tegas Iptu Tri Ediyanto. (din/adi/laz)
Editor : Sevtia Eka Nova