Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Update Kasus 4 Wisatawan Tewas di Dalam Tenda Glamping Temanggung: Satu Korban Diautopsi, Begini Temuan Awal Tim Forensik

Jihad Rokhadi • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:41 WIB
Suasana rumah duka 4 orang sekeluarga yang tewas di Posong. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
Suasana rumah duka 4 orang sekeluarga yang tewas di Posong. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

 

Hasil autopsi terhadap korban termuda jadi kunci. Tim forensik duga ada paparan gas karbon monoksida saat korban berpesta barbeque.

TEMANGGUNG – Tim forensik Polda Jawa Tengah telah merampungkan proses autopsi terhadap jenazah AEH (17), salah satu dari empat korban meninggal dunia dalam tragedi glamping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung. Autopsi ini menjadi langkah krusial bagi Satreskrim Polres Temanggung untuk mengungkap misteri penyebab kematian empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut.

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra menjelaskan, proses autopsi dilakukan pada Kamis (28/5) mulai pukul 08.00 WIB hingga siang hari. AEH dipilih sebagai satu-satunya perwakilan keluarga untuk diautopsi atas persetujuan pihak keluarga.

"Dari pihak keluarga menentukan satu korban yang diautopsi, yakni AEH. Korban ini dipilih karena merupakan yang paling muda dan dalam kondisi fisik paling prima karena diketahui seorang atlet," ujar Komang kepada wartawan, Jumat (29/5).

Dua Dugaan Kuat

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter forensik, polisi mengantongi dua skenario utama penyebab kematian.

"Berdasarkan keterangan awal dokter yang memeriksa, diduga kematian ini ada dua kemungkinan, yaitu keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran. Namun kami masih menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan laboratorium forensik," ungkap Komang.

Penyelidikan di lokasi kejadian (TKP) turut memperkuat dugaan adanya paparan gas karbon monoksida (CO). Polisi menemukan kompor gas portable dan tungku tanah liat untuk briket yang digunakan korban untuk barbeque.

"Posisi pintu tenda saat ditemukan tertutup rapat, begitu juga ventilasi kanan dan kiri. Diduga gas hasil pembakaran terperangkap di dalam dan terhirup korban saat mereka beristirahat," papar Komang.

Temuan di TKP

Selain kompor, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa makanan seperti daging, sosis, jagung, tahu, nasi putih, selada, hingga jamur enoki. Seluruh peralatan masak dan bahan makanan tersebut diketahui dibawa sendiri oleh para korban.

Saat ditemukan pada pukul 15.45 WIB, petugas tidak menemukan indikasi keracunan makanan yang umum terjadi, seperti bekas muntahan.

"Setelah kami laksanakan penyelidikan di dalam tenda maupun di luar tenda, di sekitaran TKP itu tidak ada ditemukan bekas muntah atau dugaan lain yang bisa diamankan," tegasnya.

Kondisi Korban

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bahwa keempat korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum ditemukan. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku, namun polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil final laboratorium forensik. Investigasi terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan akibat sirkulasi udara yang buruk atau ada faktor penyebab lainnya.

Editor : Jihad Rokhadi
#wisatawan #korban #KERACUNAN #temanggung #glamping