Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Misteri Kiriman Sate Ayam yang Diduga Kuat Sebabkan Ibu Rumah Tangga di Ngemplak Boyolali Meninggal Tak Wajar setelah Memakannya

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:51 WIB
DOK.POLRES BOYOLALI
Polisi masih menunggu hasil ekshumasi makam warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali untuk ungkap penyebab kematiannya.
DOK.POLRES BOYOLALI Polisi masih menunggu hasil ekshumasi makam warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali untuk ungkap penyebab kematiannya.

 

SOLO -  Penyebab kematian ibu rumah tangga berinisial A, 57, warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, masih menyisakan tanda tanya besar. Diketahui, A ditemukan meninggal di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi. 


Yang membuat janggal, ditemukan sisa muntahan makanan pada pakaian. Selain itu, mulut A mengeluarkan busa, serta adanya perubahan warna membiru pada area mulut dan telinga.


Kondisi itu diduga akibat A mengonsumsi sate ayam yang dikirim menggunakan jasa ojek daring. Safitri, keponakan A menjelaskan, secara administrasi digital, pesanan sate ayam yang diantar ojek daring menggunakan akun milik sepupunya, Luriyanti Putri. Lengkap dengan foto profil yang bersangkutan.

Baca Juga: UNS Solo Loloskan 3.624 Mahasiswa Baru Jalur SNBT


Padahal, setelah dilakukan konfirmasi, Luriyanti menegaskan sama sekali tidak pernah melakukan transaksi pemesanan makanan apa pun untuk dikirimkan ke rumah ibunya pada Senin (18/5/2026) sore. 


“Setelah dicek, ternyata memakai akunnya Mbak Luri (Luriyanti Putri). Padahal yang mengirim bukan dia, melainkan ada orang tidak bertanggungjawab yang sengaja meminjam akun tanpa izin,” kata Safitri, Minggu (31/5/2026).


Menurut Safitri, Luriyanti sudah merasakan adanya kejanggalan sejak awal paket makanan tersebut tiba di rumah. Sebab, sesaat setelah menerima sate, A sempat menghubungi Luriyanti via telepon guna menanyakan perihal kiriman paket sate ayam.

Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tak Lulus


Mendengar penuturan sang ibu, Luriyanti seketika panik karena menyadari ada pihak asing yang mengoperasikan akun pribadinya. Ia pun secara tegas melarang keras ibunya untuk menyentuh atau pun mengonsumsi sate misterius tersebut.


"Mbak Luri langsung melarang. 'Heh, jangan dimakan lho, Bu! Jangan dimakan, buang!' Tapi ibunya eman-eman (sayang) kalau makanan dibuang," ujar Safitri menirukan percakapan Luri dan A.


Guna mengantisipasi risiko keselamatan, Luriyanti segera meminta bantuan kakak kandungnya, Indung, untuk memeriksa kondisi rumah A. Diduga, A yang berada sendirian di dalam rumah tetap mengonsumsi sate tersebut dan akhirnya ditemukan meninggal dunia dengan mulut berbusa.


Kejadian ini telah ditangani kepolisian dan ditindaklanjuti dengan melakukan ekshumasi makam A di di TPU Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali Sabtu (30/5/2026).


Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait kandungan zat di dalam organ korban. Sementara penyidik Satreskrim Polres Boyolali terus melakukan pelacakan digital guna mengidentifikasi sosok pemesan sate maut tersebut. (fid/laz)

Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
#SATE AYAM #laboratorium forensik #meninggal #KERACUNAN