Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ibu Rumah Tangga di Ngemplak Boyolali yang Meninggal setelah Makan Kiriman Sate Masih Sebatas Dugaan, Kapolres Boyolali: Jangan Berspekulasi

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 1 Juni 2026 | 21:30 WIB
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

SOLO - Satreskrim Polres Boyolali masih menyelidiki penyebab kematian A, ibu rumah tangga warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Pihak kepolisian menegaskan hingga saat ini belum menerima dokumen hasil otopsi resmi dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum pembuktian medis selesai dilakukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra. Polisi telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam A di desa setempat, Sabtu (30/5/2026).

Ekshumasi dilakukan tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jawa Tengah untuk menindaklanjuti laporan dari anak A yang merasa curiga atas kematian ibunya.

Diketahui, A ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya, Selasa (19/5/2026). Saat itu tidak ditemukan indikasi tindak pidana seperti pencurian barang berharga. Namun kondisi jasad A disebut menunjukkan ada kejanggalan. Di antaranya mulut berbusa dan warna membiru pada area mulut serta telinga.

Baca Juga: Legislator Purworejo Perjuangkan Aspirasi Masyarakat lewat Reses

Satu minggu pascapemakaman A, tepatnya pada 25 Mei 2026, anak A yang merasa janggal dengan kematian ibunya melapor ke Mapolres Boyolali dan ditindaklanjuti dengan melakukan ekshumasi.

“Pemeriksaan di Dokpol masih berjalan. Pihak kepolisian belum menerima hasil resmi mengenai penyebab kematian, termasuk ada atau tidaknya indikasi tanda-tanda kekerasan maupun keracunan," ujar Kapolres, Senin (1/6/2026).

"Mengingat almarhumah sudah lanjut usia, ada banyak indikasi medis lain yang memungkinkan, seperti faktor penyakit,” imbuhnya.

Terkait dengan narasi dan informasi yang beredar luas di media sosial maupun melalui pihak penasihat hukum keluarga mengenai adanya paket sate misterius, Kapolres memberikan klarifikasi khusus.

Baca Juga: Wow, Puluhan Balon Udara Hiasi Langit Candi Ngawen: Jadi Magnet Wisata Waisak 2570 BE dalam BPF 2026

Informasi tersebut menyatakan bahwa A meninggal dunia tak lama setelah mengonsumsi sate ayam yang dikirim oleh orang tidak dikenal menggunakan jasa ojek daring. “Pihak kepolisian menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan,” tegas AKBP Indra.

Kapolres mengungkapkan bahwa tim penyidik di lapangan menghadapi kendala teknis dalam proses pengumpulan barang bukti (pembuktian materiil). Hal ini dikarenakan adanya jeda waktu selama satu minggu antara peristiwa kematian dengan waktu pelaporan resmi kepada polisi.

Akibat rentang waktu yang lama tersebut, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) atau area dalam rumah sudah dibersihkan sepenuhnya oleh pihak keluarga korban.

Di samping itu, mengenai penyitaan satu buah barang bukti berupa bangkai seekor ayam yang diisukan mati mendadak setelah mematuk sisa sate di sekitar rumah korban, AKBP Indra menjelaskan bahwa material biologi tersebut saat ini masih diuji di laboratorium forensik.

“Pihak kepolisian mengimbau untuk tidak berspekulasi, karena ayam yang dibiarkan liar bisa saja mati akibat makan hal lain di luar lingkungan tersebut,” imbaunya.

Pihak Polres Boyolali memastikan akan terus mengawal penanganan perkara ini sesuai dengan prosedur hukum dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sembari menunggu draf kesimpulan resmi dari Dokpol Polda Jateng guna memastikan penyebab utama kematian korban. (fid/laz)

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Satreskrim Polres Boyolali #penyebab kematian #hasil otopsi #Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra #ekshumasi