Rombongan yang dipimpin Gandung Prayitno itu kemudian menyampaikan sejumlah hal dalam rapat koordinasi. Dalam rakor itu, terkuak bahwa para perangkat desa mengeluhkan sikap Camat Fredy.
Terakhir yang dirasa menyakiti para perangkat desa adalah ketika upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Saat itu, perangkat desa didapuk jadi petugas upacara di Kecamatan Selogiri. Namun, ada insiden bendera yang terlipat. Petugas segera membenahinya.
Menurut para perangkat desa, saat upacara belum rampung, Camat Fredy menghukum petugas upacara dengan cara menyuruh push-up. Hal itu membuat para perangkat desa merasa dilecehkan karena upacara belum rampung.
Tak hanya itu, akumulasi keluhan lain juga membuat para perangkat desa akhirnya nguda rasa. Di antaranya adalah Camat Fredy yang disebut kerap menggunakan kata yang tidak pantas bahkan dalam forum resmi.
Selain itu, pernah juga pihak desa diminta memaparkan penggunaan APBDes. Tapi perangkat ditunjuk langsung oleh Fredy sehingga dirasa kurang menguasai materi.
Saat itu di dalam forum, perangkat desa yang ditunjuk juga merasa dipermalukan. Para perangkat desa menilai tutur kata dan perilaku Camat Fredy kerap kali tidak pantas.
Ada juga keluhan lain soal Camat Fredy yang disebut menghendaki pertemuan lintas sektoral dipasrahkan ke pihak desa. Akumulasi permasalahan itu membuat para perangkat desa di kecamatan setempat tak cocok dengan gaya Fredy.
Mereka juga kompak meminta agar Fredy dicopot dari posisi Camat Selogiri. Ditemui usai rapat koordinasi, Ketua PPDI Kecamatan Selogiri Gandung Prayitno enggan berkomentar. Dia mengarahkan para wartawan untuk mewawancarai Sekda Wonogiri FX Pranata.
Sementara itu, Sekda Wonogiri FX Pranata mengatakan, masukan dari perangkat desa ditampung dan akan didiskusikan. "Kebijakan Pak Bupati nanti seperti apa, nanti menjadi bahan evaluasi atas kinerja (Camat Fredy)," kata dia.
Soal ketidakhadiran Fredy di dalam forum rakor itu, Sekda menuturkan, bila Fredy hadir bisa berpotensi terjadi adu argumen. Pihaknya menjaga kondusivitas dan akan dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan.
"Kinerja kan ada ukurannya, nanti bisa diukur untuk dijadikan evaluasi. Kita tidak bicara salah dan benar, tapi nanti perbaikannya seperti apa," papar Sekda.
Sekda Wonogiri akan mengkaji permasalahan itu. Apakah ada pelanggaran administrasi, sikap yang dirasa berbeda sehingga membuat orang lain merasa tak nyaman.
Baca Juga: UM UGM CBT 2026 Diikuti Hampir 45 Ribu Peserta, Satu Kursi UGM Diperebutkan 13 Orang
"Hal-hal ini nanti jadi evaluasi terhadap kebijakan penataan SDM. Belum tentu ada sanksi. Nanti kewenangan Pak Bupati," kata dia.
Yang jelas, tegas Sekda, pihaknya menerima apa yang disampaikan para perangkat desa. Ada juga sejumlah rekomendasi yang disampaikan perangkat desa.
Terpisah, Camat Selogiri Fredy Sasono irit komentar atas rakor yang digelar Jumat. "Saya serahkan ke pimpinan," kata dia.
Bagaimana jika nanti akhirnya Fredy dicopot dari jabatan Camat Selogiri dan digeser ke posisi lain? Fredy menjawab singkat. "Namanya prajurit ya siap," terangnya. (al/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita