Menurutnya, seluruh pos pendakian akan dioperasikan secara maksimal dengan dukungan personel gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, organisasi relawan Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, hingga tim SAR.
”Kami tidak bekerja sendiri. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama seluruh stakeholder yang selama ini menjadi mitra pengelolaan jalur pendakian Lawu. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif dan respons terhadap kondisi darurat bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.
Samidi menjelaskan, pola pengawasan diterapkan secara berlapis sejak pendaki melakukan registrasi di basecamp. Petugas akan melakukan pemeriksaan administrasi, kelengkapan perlengkapan pendakian, hingga memantau pergerakan pendaki melalui pos-pos pengawasan yang tersebar di sepanjang jalur.
Baca Juga: Miris! Dua Pelajar di Baki Sukoharjo Terlibat Curanmor, Sikat Motor Ojol
Selain itu, kepatuhan terhadap registrasi resmi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) juga menjadi perhatian utama. Petugas akan memastikan seluruh pendaki tercatat dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
”Pendataan pendaki menjadi hal yang sangat penting. Dengan data yang akurat, proses monitoring maupun evakuasi apabila terjadi keadaan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Memasuki musim kemarau yang identik dengan cuaca dingin ekstrem atau bediding, pengelola juga meningkatkan pemantauan terhadap waktu turun para pendaki. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko pendaki terjebak kondisi cuaca yang dapat membahayakan keselamatan.
Samidi mengimbau seluruh pengunjung dan pendaki mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan Gunung Lawu. Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibanding target mencapai puncak.
”Kami mengajak seluruh pendaki dan peziarah untuk tertib mengikuti aturan yang berlaku. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” tegasnya. (rud/adi/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita