Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tradisi 1 Suro di Gunung Lawu Diprediksi Membeludak, Dua Jalur Pendakian di Karanganyar Diawasi Ketat

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 5 Juni 2026 | 20:54 WIB
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar jadi salah satu jalur favorit pendaki. Rudi Hartono/Radar Solo
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar jadi salah satu jalur favorit pendaki. Rudi Hartono/Radar Solo

SOLO -  Tradisi malam Satu Suro yang selalu menyedot ribuan peziarah dan pendaki di Gunung Lawu mulai diantisipasi serius oleh pengelola. Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar memperketat pengawasan di dua jalur pendakian utama, yakni via Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, dan via Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu.
Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar Samidi mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukan untuk menjamin keselamatan para pendaki sekaligus mengantisipasi lonjakan kunjungan selama Bulan Suro yang diperkirakan lebih tinggi dibanding hari biasa.
”Momentum Suro selalu menjadi periode dengan aktivitas pendakian tertinggi di Gunung Lawu. Karena itu kami memastikan seluruh sistem pelayanan dan pengawasan berjalan optimal selama 24 jam penuh,” ujar Samidi, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Perangkat Desa dari Kecamatan Selogiri Kompak Desak Camat Fredy Mundur, Beber Alasannya di Depan Sekda Wonogiri

Menurutnya, seluruh pos pendakian akan dioperasikan secara maksimal dengan dukungan personel gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, organisasi relawan Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, hingga tim SAR.

”Kami tidak bekerja sendiri. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama seluruh stakeholder yang selama ini menjadi mitra pengelolaan jalur pendakian Lawu. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif dan respons terhadap kondisi darurat bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.

Samidi menjelaskan, pola pengawasan diterapkan secara berlapis sejak pendaki melakukan registrasi di basecamp. Petugas akan melakukan pemeriksaan administrasi, kelengkapan perlengkapan pendakian, hingga memantau pergerakan pendaki melalui pos-pos pengawasan yang tersebar di sepanjang jalur.

Baca Juga: Miris! Dua Pelajar di Baki Sukoharjo Terlibat Curanmor, Sikat Motor Ojol

Selain itu, kepatuhan terhadap registrasi resmi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) juga menjadi perhatian utama. Petugas akan memastikan seluruh pendaki tercatat dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

”Pendataan pendaki menjadi hal yang sangat penting. Dengan data yang akurat, proses monitoring maupun evakuasi apabila terjadi keadaan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Memasuki musim kemarau yang identik dengan cuaca dingin ekstrem atau bediding, pengelola juga meningkatkan pemantauan terhadap waktu turun para pendaki. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko pendaki terjebak kondisi cuaca yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Pemkab Sleman Segera Nonaktifkan Sementara Lurah Condongcatur usai Penetapan Tersangka Dugaan Penyalahgunaan TKD

Samidi mengimbau seluruh pengunjung dan pendaki mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan Gunung Lawu. Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibanding target mencapai puncak.

”Kami mengajak seluruh pendaki dan peziarah untuk tertib mengikuti aturan yang berlaku. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” tegasnya. (rud/adi/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Tradisi 1 Suro #Diawasi Ketat #jalur pendakian #karanganyar #gunung lawu