SOLO - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar menghadapi kendala serius. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Intanpari terpaksa menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan top-up anggaran atau transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Informasi yang dihimpun, macetnya kucuran dana ini terjadi hampir merata di setiap kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Karanganyar yang juga Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana membenarkan adanya laporan mengenai kendala operasional tersebut.
Baca Juga: Solo Darurat Asusila? Setelah Eksibisionis, Kini Muncul Dugaan Aktivitas Gay di Sriwedari
Pihaknya mengaku baru mendapatkan informasi tersebut dan sedang melakukan kroscek mendalam di lapangan. ”Ini kan baru pertama kali terjadi. Kemungkinan ini masa transisi karena di pusat juga baru sedang terjadi 'ombak besar' (penyesuaian struktur/regulasi), jadi ada perbaikan semuanya. Intinya ada di situ,” ujar Adhe Eliana usai rapat paripurna di DPRD Karanganyar, Senin (8/6/2026) siang.
Adhe menjelaskan, selaku satgas pihaknya baru menerima laporan mendetail pada malam sebelumnya. Guna mengurai benang kusut ini, pihaknya langsung memanggil tim Koordinator Wilayah (Korwil) serta SPPI/SPPG Karanganyar untuk berkoordinasi.
”Kami sedang panggil Korwilnya. Di Karanganyar ini kan ada Koordinator Wilayah SPPI, Mas Rifki Sefa. Secara detailnya ini baru kami cek selaku satgas,” jelasnya.
Terkait kabar adanya dua titik SPPG (seperti di Mojogedang dan Jumapolo) yang benar-benar mandek total, Adhe mengaku masih harus memastikan kebenaran lokasi-lokasi tersebut.
Namun, ia menegaskan Pemkab Karanganyar berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan penyelesaian masalah ini. Mengingat program strategis ini menyangkut hajat hidup dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat.
Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tak Lulus
”Ya pasti kami dorong untuk segera diselesaikan. Kalau ada masalah, ya diselesaikan biar cepat rampung. Karena ini kan urusannya langsung dengan anak-anak sebagai penerima manfaat,” tandasnya. (rud/adi/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Sevtia Eka Nova