Baca Juga: Heboh Sebelas Bayi Ditemukan di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Penghilangan Asal-usul!
Saat itu, keluarga mulai curiga setelah Nuri tidak kunjung kembali hingga malam hari. Setelah mengecek rekaman CCTV, diketahui Nuri keluar rumah dengan membawa tas berisi pakaian ganti, namun meninggalkan telepon genggamnya di rumah.
“Kami cek CCTV dan terlihat Nuri pergi menggunakan jasa ojek online. HP-nya ditinggal di rumah, jadi kami benar-benar tidak bisa menghubunginya," ujar Barep saat dihubungi, Kamis (11/6/2026).
Berbekal rekaman CCTV itu, Barep berusaha melacak pengemudi ojek online yang mengantar adiknya. Setelah mencari informasi hingga ke sejumlah pangkalan ojek, ia akhirnya berhasil menemukan pengemudi yang dimaksud.
Baca Juga: Gempuran Hoaks dan Deepfake, Ketua SMS DIYI: Keunggulan Pers Kini Bukan Tercepat, tapi Terpercaya!
Dari keterangan pengemudi tersebut, Nuri diketahui diantar ke kawasan Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Informasi itu membuat keluarga menduga Nuri kemungkinan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api, travel, atau menginap di salah satu penginapan di sekitar lokasi.
Pencarian kemudian dilakukan ke sejumlah perusahaan travel, stasiun kereta api Purwosari, hingga hotel dan guest house di Kota Solo. Namun hasilnya nihil karena tidak ditemukan data perjalanan maupun identitas atas nama Nuri Agus.
Titik terang baru muncul ketika keluarga mendapatkan informasi dari salah satu perusahaan travel. Dalam manifest penumpang, Nuri tercatat melakukan perjalanan pada 8 Juni dan turun di wilayah Temanggung, Jawa Tengah.
Baca Juga: Keren! Purworejo Terpilih Jadi Pilot Project Nasional Program Indonesia Sadar Jamu Aman
Temuan itu membuat keluarga semakin khawatir. Sebab, Nuri diketahui tidak membawa telepon genggam sehingga sulit dipastikan tujuan maupun aktivitasnya selama berada di luar kota.
Barep mengaku awalnya memilih menunggu hingga 3x24 jam sebelum menyebarkan informasi ke publik. Ia khawatir penyebaran informasi secara luas justru akan mengganggu privasi sang adik yang berstatus sebagai pesepak bola profesional.
"Saya sebenarnya berusaha menjaga privasi Nuri. Makanya saat membuat unggahan di media sosial, saya tidak langsung menampilkan dirinya. Tapi ternyata informasi itu menyebar luas dan menjadi viral," ungkapnya.
Dari penelusuran yang dilakukan teman-temannya di Temanggung, keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa Nuri sempat menginap selama dua hari di rumah seorang rekan yang juga pesepak bola.
Baca Juga: Operasional OPD Pemkab Kulon Progo Tersendat karena Kenaikan BBM dan QR Subsidi Terblokir
Setelah itu, Nuri disebut ikut menuju Magelang bersama rekannya yang sedang menjalani terapi cedera. Namun setibanya di Magelang, pemain Persiku Kudus itu memilih berpisah dan melanjutkan perjalanan seorang diri.
"Menurut temannya, Nuri meminta turun di Magelang dan mengatakan ingin mencari tempat sendiri. Sejak saat itu kami kehilangan jejaknya lagi," terang Barep.
Di sisi lain, Barep mengungkapkan sebelum menghilang, kondisi psikologis Nuri memang sedang menurun akibat cedera yang dialaminya. Beberapa waktu lalu, Nuri mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan jari kakinya patah dan harus menjalani operasi.
Cedera tersebut membuat Nuri diperkirakan harus menepi dari lapangan hijau selama beberapa bulan. Kondisi itu disebut cukup memukul mental sang pemain, terlebih setelah dokter kembali menyampaikan bahwa proses pemulihannya masih membutuhkan waktu sekitar empat bulan lagi.
Baca Juga: Inovasi dari Tambak Tradisional: Sektor Akuakultur Indonesia Mulai Lirik Teknologi Berbasis IoT
Hingga Kamis (11/6/2026) malam, keluarga masih berupaya melakukan pencarian secara persuasif dan belum melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Barep berharap adiknya segera memberikan kabar dan kembali pulang dengan selamat.
Di lain sisi, nama Nuri Agus sebelumnya sempat mencuri perhatian setelah mendapatkan panggilan dari Pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 dalam persiapan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024. (hj/nik/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita