Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Rumah Masa Kecil Brigjen Slamet Riyadi Dipugar, Tetap Dipertahankan Bentuk Aslinya

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:13 WIB
Rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi di Serengan dipugar oleh Pemkot Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)
Rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi di Serengan dipugar oleh Pemkot Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)

 

SOLO -  Setelah bertahun-tahun menunggu perhatian, rumah masa kecil Pahlawan Nasional Brigjen Slamet Riyadi di Kampung Jogosuran, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, akhirnya mulai direhabilitasi. Pemkot Solo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 350 juta untuk menyelamatkan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perjalanan hidup salah satu tokoh militer legendaris Indonesia tersebut.


Meski memiliki nilai historis tinggi, rumah yang dibangun pada 1848 itu tidak berstatus sebagai bangunan cagar budaya. Namun, Pemkot Solo memastikan proses rehabilitasi tetap dilakukan dengan mempertahankan karakter asli bangunan agar nilai sejarahnya tidak hilang.

Baca Juga: Perampok Sadis di Jenar Sragen Terancam Hukuman Mati, Penyidik Bakal Jerat Penadah


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki menjelaskan, rehabilitasi tahap awal difokuskan pada bangunan utama di sisi barat yang diyakini sebagai rumah asli orang tua Brigjen Slamet Riyadi.


“Itu ada dua bangunan rumah. Yang dikerjakan sekarang bangunan sisi barat terlebih dahulu karena merupakan rumah utama milik orang tua Brigjen Slamet Riyadi. Untuk bangunan sisi timur belum masuk tahap pekerjaan kali ini,” ujarnya, Jumat (12/6).


Menurut Nur Basuki, sebagian besar anggaran digunakan untuk mengganti struktur atap yang sudah mengalami penurunan kondisi. Selain itu, rehabilitasi juga mencakup perbaikan dinding, pengecatan, penataan halaman, hingga pembenahan akses masuk menuju kawasan rumah bersejarah tersebut.


“Tidak semuanya diganti baru. Yang benar-benar diganti adalah bagian atap karena menyesuaikan model bangunan yang akan dikembalikan seperti semula. Area halaman juga ditata, termasuk pembersihan sisa-sisa bangunan lama yang sebelumnya sudah sempat dibongkar sebagian,” katanya.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Permata Tersembunyi di Purworejo: Antara Kemegahan Alam, Warisan Sejarah, dan Ketenangan Pedesaan


Meski tidak tercatat sebagai bangunan cagar budaya, pemerintah tetap berupaya menjaga keaslian bentuk rumah. Karena itu, proses rehabilitasi dilakukan dengan pendekatan konservatif tanpa mengubah karakter utama bangunan.
 “Statusnya memang bukan cagar budaya, sehingga tidak memerlukan kajian kecagarbudayaan. Tetapi bentuk bangunannya tetap akan dikembalikan mendekati kondisi aslinya, hanya ditambah penataan lingkungan agar lebih representatif,” jelas Nur Basuki.


Pantauan di lokasi menunjukkan proses rehabilitasi telah berjalan sekitar satu pekan terakhir. Sejumlah pekerja tampak melakukan perbaikan atap pada bangunan utama yang di dalamnya masih terdapat berbagai ruang bersejarah, termasuk kamar yang pernah digunakan Brigjen Slamet Riyadi semasa kecil.


Selain pekerjaan bangunan, aktivitas penataan lingkungan juga mulai dilakukan. Beberapa pekerja terlihat memasang paving block di area halaman untuk memperbaiki akses dan mempercantik kawasan sekitar rumah.


Sarjono, cucu keponakan Brigjen Slamet Riyadi sekaligus keluarga yang selama ini menempati dan merawat rumah tersebut, mengaku bersyukur perjuangan panjang untuk mendapatkan perhatian pemerintah akhirnya membuahkan hasil.

Baca Juga: Heboh Sebelas Bayi Ditemukan di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Penghilangan Asal-usul!


“Alhamdulillah yang sudah lama kami perjuangkan akhirnya direspons Pemkot Solo. Tahap pertama ini fokus pada perbaikan atap, pergantian tegel, perbaikan dinding, pengecatan, dan penataan halaman. Yang dikerjakan sekarang bagian barat terlebih dahulu, sedangkan bangunan timur akan dipikirkan pada tahap berikutnya,” ujarnya.


Bagi keluarga, rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya menjaga warisan sejarah agar tetap dapat dikenang generasi mendatang. Rumah sederhana itu menjadi saksi masa kecil Brigjen Slamet Riyadi sebelum namanya tercatat sebagai salah satu pahlawan nasional yang berperan besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Dengan dimulainya rehabilitasi ini, diharapkan jejak sejarah Brigjen Slamet Riyadi di Kota Solo dapat terus terawat sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai perjalanan hidup salah satu putra terbaik bangsa. (ves/laz)
Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
#Brigjen Slamet Riyadi #proses rehabilitasi #bersejarah #bangunan cagar budaya #pahlawan nasional