Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Duh…Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kemasan Boyolali Mengaku Sudah 50 Kali Tolong Pengendara Motor yang Jatuh Akibat Jalan Rusak

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB
Kerusakan ruas jalan Kemasan-Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Warga yang kesal menutup lubang jalan menggunakan pohon pisang. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kerusakan ruas jalan Kemasan-Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Warga yang kesal menutup lubang jalan menggunakan pohon pisang. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

 

SOLO - Warga di sepanjang ruas jalan Kemasan-Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, menggelar aksi protes. Mereka menanam pohon pisang di sejumlah titik kerusakan jalan yang dinilai paling parah.


Langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap infrastruktur publik yang tidak kunjung diperbaiki oleh pihak terkait. Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, aksi penanaman pohon pisang tersebut dilakukan pada Minggu (14/6/2026) di jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Sanggung menuju Pengging, Kecamatan Banyudono.

Baca Juga: Lima Ribu Peserta Siap Ikuti Kirab Pusaka 1 Suro Keraton Solo, Kerbau Kyai Slamet Kembali Pimpin Arak-arakan


Kendati demikian, pada Senin (15/6/2026) pagi, tanaman pisang tersebut dilaporkan sudah dipindahkan oleh warga ke sisi pinggir jalan. Jalur ini merupakan akses penghubung padat kendaraan antara Desa Jatirejo, Kemasan, dan Manjung di Kecamatan Sawit.


Di sepanjang rute tersebut, terdapat banyak lubang jalan dengan diameter besar serta kedalaman yang cukup signifikan, sehingga memaksa para pengendara untuk memperlambat laju kendaraan atau menepi.

Baca Juga: Delapan SPPG di Kabupaten Kulon Progo Ditutup Sementara, IPAL Tak Sesuai Standar Jadi Alasan


Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya memaparkan bahwa eskalasi kerusakan jalan mulai bertambah parah sejak kurang lebih setahun terakhir.


Kondisi ini memicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi para pengendara roda dua. “Saya sendiri kira kira sudah 50 kali menolong orang jatuh di sini mas, kebanyakan perempuan. Soalnya kaget ada lubang, terus pakai rem depan,” kata warga tersebut, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: UNS Solo Loloskan 3.624 Mahasiswa Baru Jalur SNBT


Masyarakat secara swadaya sempat beberapa kali melakukan penambalan mandiri guna meminimalisasi risiko kecelakaan. Kerawanan jalur dilaporkan meningkat drastis sewaktu musim hujan akibat lubang yang tertutup oleh genangan air. “Kalau sekarang kemarau tidak begitu parah. Kalau pas hujan sangat membahayakan,” tambah Kusnadi, warga setempat lainnya.

Baca Juga: Pensiunan Guru di Juwiring Klaten Ditodong Celurit di Depan Rumahnya, Gelang Emas Seberat 11 Gram Raib Diembat Perampok


Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo memberikan konfirmasi bahwa agenda perbaikan jalan tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.


Hal ini dikarenakan ketiadaan alokasi pos anggaran yang tersedia untuk saat ini. “Ini pas membahas itu (anggaran perbaikan). Pemkab Boyolali baru mengusulkan anggaran perbaikan pada pembahasan anggaran tahun 2027,” ujar Joko.


Ia menyebut salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan di ruas jalan Kemasan-Jatirejo adalah aktivitas proyek infrastruktur regional nasional.
Akses jalan alternatif tersebut kerap dilalui oleh armada kendaraan berat yang mengangkut material urug untuk keperluan pembangunan proyek Tol Solo-Jogja. (fid/laz)

Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
#protes #Jalur alternatif #Infrastruktur #anggaran #jalan berlubang