Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pedagang Daging Sapi di Magelang Kompak Libur Tiga Hari, Banyak Pembeli Kecele

Naila Nihayah • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:30 WIB
KOSONG: Lapak daging sapi di Pasar Rejowinangun sepi Kamis (18/6). Para pedagang memilih tidak berjualan selama tiga hari ke depan. (NAILA NIHAYAH/RADAR PURWOREJO)
KOSONG: Lapak daging sapi di Pasar Rejowinangun sepi Kamis (18/6). Para pedagang memilih tidak berjualan selama tiga hari ke depan. (NAILA NIHAYAH/RADAR PURWOREJO)

MAGELANG
- Aktivitas penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Magelang terhenti selama tiga hari sejak 18-20 Juni 2026. Para pedagang kompak meliburkan diri sehingga membuat lapak daging di lantai dua Pasar Rejowinangun tampak lengang dan tanpa aktivitas. Kondisi ini membuat sejumlah pembeli kecele.

Pantauan di Pasar Rejowinangun, deretan lapak daging sapi di lantai dua terlihat kosong. Daging yang biasanya menggantung dan berjajar di lapak, tidak ada. Bau khas daging sapi pun tidak tercium. Aktivitas transaksi juga nihil. Hanya beberapa warga yang berlalu lalang, lalu berbalik setelah mengetahui tidak adanya pedagang yang berjualan.

Warga Jurangombo Selatan Kurnia mengaku, tidak mengetahui adanya aksi libur massal pedagang daging. Dia datang ke pasar dengan tujuan membeli daging untuk kebutuhan harian.

Baca Juga: 8 Weton Ini Berpeluang untuk Bisa Sukses dan Kaya Raya di Usia Muda Menurut Primbon Jawa, Apakah Weton Anda Termasuk 

Lantaran tidak mendapatkan daging sapi, dia mengaku, terpaksa mencari alternatif bahan makanan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Kalau tidak jualan begini, ya saya terpaksa cari alternatif lauk lain," sebutnya Kamis (18/6).

Sementara itu, penjual bakso Yuti menyebut, sudah mengetahui rencana libur pedagang dan memilih menyetok daging sebelumnya. Dia telah membeli sekitar 10 kilogram (kg) daging yang kemudian digiling untuk kebutuhan produksi bakso. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk menopang usahanya selama tiga hari ke depan. Padahal dia biasa membeli 3-4 kg dalam sehari.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasar Rejowinangun, Maryati menjelaskan, keputusan meliburkan diri dipicu oleh kelangkaan sapi dan tingginya harga yang dinilai sudah tidak wajar. "Fenomena ini sebenarnya hampir tiap tahun ada, tapi tahun ini harganya sangat tinggi," paparnya.

Baca Juga: Pencinta Vario Semarakkan Night Ride Penuh Kebersamaan di Ajang "Vario Street Nation"

Dia menyebut, harga karkas daging sapi saat ini berada di kisaran Rp 112 ribu hingga Rp 115 ribu per kg. Dengan harga tersebut, pedagang kesulitan menyesuaikan harga jual ke konsumen tanpa mengalami kerugian. Sedangkan harga yang dijual kepada pembeli sekitar Rp 140 ribu sampai Rp 145 ribu per kg.

Aksi serupa tidak hanya terjadi di Pasar Rejowinangun, tetapi juga di sejumlah pasar lain seperti Kebonpolo, Gotong Royong, hingga wilayah Kaliangkrik, Borobudur, dan Grabag. Hal ini membuat jual beli sapi di wilayah Magelang praktis terhenti sementara.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agus Dwi Windarto menyebut, kenaikan harga sapi saat ini merupakan fenomena yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi global. Menurutnya, penguatan nilai tukar dolar turut berdampak pada harga sapi impor.

Saat ini, harga sapi impor jenis BX juga mengalami kenaikan signifikan. "Sekarang harga sapi impor juga tinggi, sekitar Rp 60 ribu per kg berat hidup. Ini membuat harga sapi lokal ikut terdorong naik," jelasnya. (aya/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#pedagang #harga #daging sapi #Magelang #Pasar Rejowinangun