Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

MinyaKita "Rasa" Solar Menyebar di Solo Raya: PT KMR Tarik 182 Ribu Liter dari Tiga Kabupaten, sang Direktur Ungkap Dugaan Sumber Masalahnya

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:41 WIB
Joko Mukti Wijaya, direktur PT Kusuma Mukti Remaja selaku produsen MinyaKita yang berbasis di Karanganyar. (ISTIMEWA)
Joko Mukti Wijaya, direktur PT Kusuma Mukti Remaja selaku produsen MinyaKita yang berbasis di Karanganyar. (ISTIMEWA)

 

SOLO - Ratusan ribu liter MinyaKita "rasa" solar maupun minyak tanah telah menyebar di sebagian wilayah Soloraya. PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) selaku produsen MinyaKita yang berbasis di Karanganyar menyebut telah menarik 100 persen peredaran MinyaKita "rasa" solar di wilayah Jawa Tengah. 


Langkah taktis ini guna menjamin keselamatan konsumen.  Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya mengonfirmasi bahwa penarikan massal MinyaKita bau minyak tanah difokuskan pada klaster kelompok produksi (batch) 2-5 Juni 2026.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,6 di Tenggara Pacitan Jawa Timur Terasa hingga ke Jogja, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami


Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, total volume produk MinyaKita yang berhasil diamankan dari tiga kabupaten terdampak mencapai 182.580 liter atau setara dengan 164,3 ton. 


​"Per hari ini, logistik yang bermasalah di tiga kabupaten tersebut sudah kami tarik kembali 100 persen," terang Joko.  Adapun rincian MinyaKita bau solar yang telah ditarik sebagai berikut:

Kabupaten Klaten: 71.648 liter
Kabupaten Wonogiri: 68.288 liter
Kabupaten Karanganyar : 42.644 liter

Selain tiga kabupaten itu, fenomena serupa sempat ditemukan di Kabupaten Tegal namun dipastikan telah terselesaikan lebih awal. 

Baca Juga: Hanya Sewa 5 Hari Pakai Uang Pribadi, Wali Kota Solo Respati Ardi Turunkan Baliho Ucapan Ultah Jokowi


​Joko menjelaskan, penarikan MinyaKita bau minyak tanah berjalan cepat berkat sinergi ketat bersama jajaran Perum Bulog dan perangkat desa setempat.
Pendampingan dari otoritas lokal diakui sangat krusial mengingat titik sebaran produk mencakup wilayah pedesaan yang terpencil dan sulit dijangkau secara efektif oleh tim internal pabrik. 


​"Terkait pemicu kerusakan mutu, kami menduga ada rembesan atau kontaminasi silang pada tangki penyimpanan (storage) atau pada armada pengangkutan ekspedisi yang membawa bahan baku," jelasnya.

Baca Juga: Pastikan Bebas Rabies dan Penyakit Lain, Anjing-Anjing  Militer di Sukoharjo Diperiksa Kesehatannya


Ditambahkan Joko, kapasitas produksi bulanan MinyaKita di PT Kusuma Mukti Remaja menyentuh 5.000 ton, sedangkan volume yang cacat hanya berkisar 20 ton.
Manajemen PT Kusuma Mukti Remaja memilih menarik seluruh logistik MinyaKita satu batch penuh demi mengedepankan asas kehati-hatian. Saat ini, kepastian zat pencemar masih menunggu hasil uji lab yang butuh waktu satu hingga dua minggu. 


​"Seluruh cairan MinyaKita yang ditarik tidak akan diolah kembali untuk dikonsumsi. Komoditas gagal mutu tersebut langsung kita turunkan statusnya menjadi minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) untuk dijual kepada pihak ketiga sebagai bahan baku industri biosolar," paparnya.

Baca Juga: Miris, SPMB 2026 Resmi Ditutup, SDN Kintelan 2 Jogja Hanya Serap Enam Siswa


​Meski memicu kerugian finansial internal, PT KMR menyatakan siap bertanggung jawab penuh. Termasuk menanggung biaya medis bagi warga jika ada yang mengalami keluhan klinis pasca-konsumsi MinyaKita bau solar dengan bukti rekam medis yang sah. 


Hingga kini, manajemen telah diminta keterangannya oleh pihak kepolisian untuk memastikan pembersihan produk MinyaKita bau minyak tanah berjalan optimal, serta berkoordinasi dengan BPOM untuk memperketat lini quality control (QC) ke depan. (rud/laz)​

Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
#solar #Minyakita #bpom #karanganyar #kerusakan