SOLO - Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menengok kondisi bayi laki-laki yang dibuang di toilet Kereta Api (KA) Sancaka, Sabtu (4/7/2026). Hingga Senin (6/7/2026), bayi tersebut masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Solo.
Pemkot Solo menyatakan kesiapannya untuk ikut mengawal perawatan hingga jaminan kesejahteraan bayi pasca-keluar dari rumah sakit. Kunjungan yang dilakukan Astrid ke RS Bhayangkara Solo terbilang mendadak.
Begitu memperoleh informasi penemuan bayi dibuang, ia langsung menjenguk ke RS Bhayangkara. "Sudah dibawah pengawasan (petugas medis) RS Bhayangkara. Alhamdulillah sehat. Pemeriksaan intensif juga sudah dilakukan," ujar Astrid Widayani.
Pemkot Solo, kata Astrid, memastikan akan mengambil peran aktif dalam mengawal pemenuhan aspek kesejahteraan si bayi ke depan. Langkah pendampingan intensif pasca-perawatan dari rumah sakit tengah disiapkan.
Salah satunya menerjunkan personel dari Dinas Sosial (Dinsos) serta jajaran kedinasan terkait lainnya untuk mengawal pendampingan tingkat lanjutan. “Anak ini cukup kuat ya, mudah mudahan penyidikan segera selesai. Kami akan mendampingi sampai dengan prosesnya selesai dengan baik. Dinsos bisa menindaklanjuti, saya pribadi juga menjadikan ini perhatian," tegas Astrid.
Prioritas utama yang harus ditempuh adalah memastikan seluruh rangkaian penanganan medis diselesaikan terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit. Setelah bayi tersebut mendapatkan izin pulang dari tim dokter, pihak Dinsos akan melakukan prosedur penanganan lanjutan.
Skema yang disiapkan adalah menempatkan bayi tersebut di panti khusus anak, baik milik pemerintah maupun panti swasta yang telah menjalin kemitraan resmi dengan Pemkot Solo.
"Biasanya kan langsung dirawat dengan medis dulu. Kalau kesehatannya sudah dipastikan baik akan dirawat di panti. Kalau di Solo ada di YPAB Jebres. Seandainya nanti ada yang mau mengasuh atau mengadopsi, baru proses berikutnya," tandasnya Samsu. (ves/laz)
Editor : Sevtia Eka Nova