Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jalan Hibah Hj. Siti Sudar Diresmikan, Momen Bupati Kebumen Potong Pita Tuai Sorotan Warganet

Mayang Triastiti Artamefia • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:07 WIB
Momen pemotongan pita yang yang dilakukan oleh Bupati Kebumen (threads/@thyhayaa)
Momen pemotongan pita yang yang dilakukan oleh Bupati Kebumen (threads/@thyhayaa)

Peresmian Jalan Hj. Siti Sudar di Desa Plumbon, Kabupaten Kebumen, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena keberadaan jalan baru sepanjang sekitar 2,5 kilometer beserta dua jembatan yang kini mempermudah akses masyarakat, melainkan karena proses pemotongan pita yang dilakukan oleh Bupati Kebumen. 

Jalan tersebut dibangun secara swadaya oleh keluarga Hj. Siti Sudar. Selain menghibahkan lahan, keluarga itu juga membiayai pembangunan jalan dan dua jembatan menggunakan dana pribadi. Infrastruktur tersebut kemudian dihibahkan menjadi aset desa agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas, terutama untuk mempermudah mobilitas warga dan mengangkut hasil pertanian.

Video peresmian yang memperlihatkan Bupati Kebumen memotong pita kemudian viral di media sosial. Unggahan itu memunculkan beragam respons dari warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa kepala daerah menjadi tokoh utama dalam seremoni, padahal pembangunan jalan dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Kolom komentar pun dipenuhi berbagai tanggapan. Beberapa warganet menulis, “Gak malu ikut peresmian?”, “Bupatinya gak malu kah?”, “Bupati gatau malu,” hingga “Ora isin apa bu?”. Ada pula komentar yang berbunyi “Mempermalukan pejabat daerah dan pejabat desa dengan cara yang elegan,” serta “Oh ini yang katanya dijuluki sebagai Bupati terkaya se Jateng, tapi kabupatennya termiskin nomor 2 se Jateng?” dan “Gantiin uang warganya bu, lebihin sekalian biar netizen ga suudzon.” Sebagian netizen menilai penghargaan seharusnya lebih banyak diberikan kepada Hj. Siti Sudar yang telah menghibahkan tanah sekaligus membiayai pembangunan jalan dan jembatan tersebut.

Baca Juga: Poligami Tanpa Izin Istri, Sah atau Tidak dalam Islam? 

Menanggapi ramainya komentar tersebut, akun Instagram resmi @pemkabkebumen memberikan klarifikasi di kolom komentar unggahan yang viral. Pemerintah Kabupaten Kebumen menjelaskan bahwa kehadiran Bupati dalam acara tersebut merupakan bentuk memenuhi undangan dari Hj. Siti Sudar dan Pemerintah Desa Plumbon untuk meresmikan jalan dan jembatan yang dibangun secara swadaya sebelum dihibahkan menjadi aset desa demi kepentingan masyarakat.

Pemkab juga menegaskan bahwa pihak yang paling layak mendapat apresiasi adalah Hj. Siti Sudar beserta keluarganya atas kontribusi besar mereka dalam pembangunan desa. Menurut Pemkab, kehadiran Bupati dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan keluarga tersebut.

Selain itu, Pemkab Kebumen menjelaskan bahwa ruas jalan yang menjadi sorotan merupakan jalan desa sehingga menjadi kewenangan pemerintah desa.

Meski demikian, pemerintah kabupaten menyatakan tetap berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut sesuai kewenangannya. Beberapa proyek yang disebutkan antara lain pembangunan akses jalan Plumbon-Kalikudu, alokasi pembangunan jalan Langse-Pujegan senilai Rp1,7 miliar pada 2026, Jalan Plumbon-Kalikudu senilai Rp3,5 miliar, serta jalan Wadasmalang-Sadang Wetan senilai Rp3 miliar yang direncanakan pada 2027.

Terlepas dari polemik yang berkembang di media sosial, pembangunan Jalan Hj. Siti Sudar tetap mendapat apresiasi luas karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Jalan dan dua jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardesa, memperlancar distribusi pertanian, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.

Editor : Bahana.
#Bupati Kebumen #Jawa Tengah #kebumen