Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Jogosimo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, kembali menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke kawasan tersebut untuk melihat langsung perkembangan budidaya udang vaname yang selama ini menjadi salah satu program strategis sektor perikanan.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (11/7), Titiek didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta anggota Komisi IV DPR RI.
Agenda tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap program pengembangan budidaya udang yang dijalankan KKP sekaligus meninjau pemanfaatan kawasan budidaya modern di Kebumen.
Rombongan meninjau berbagai tahapan budidaya udang vaname, mulai dari penebaran benur, pengelolaan tambak, sistem operasional kawasan, hingga proses panen. Selain itu, mereka juga melihat langsung berbagai fasilitas dan infrastruktur yang dibangun untuk mendukung operasional BUBK sebagai kawasan budidaya berbasis teknologi.
Baca Juga: Gencarkan Ekspor Daging dan Susu, Australia Gandeng BPJPH untuk Jaminan Produk Halal
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa pengelolaan BUBK dinilai telah berjalan dengan baik. Sistem budidaya yang diterapkan mampu mendukung produktivitas udang vaname sekaligus menunjukkan penerapan pengelolaan kawasan yang terintegrasi. Pengembangan seperti ini dipandang memiliki peluang untuk diterapkan di daerah lain sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi perikanan nasional.
Keberhasilan BUBK juga tercermin dari capaian produksinya. Saat ini kawasan tersebut memasuki panen udang vaname siklus kedelapan dengan proyeksi hasil mencapai 254,5 ton. Produksi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa budidaya berbasis kawasan mampu menjaga produktivitas secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi dan manajemen yang lebih terarah.
Keberadaan BUBK di Kebumen tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi udang, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan kawasan budidaya modern dinilai dapat membuka peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga mendorong agar pengembangan BUBK terus dioptimalkan sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan KKP dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat budidaya udang nasional, sekaligus menjadikan BUBK Kebumen sebagai salah satu model pengembangan kawasan budidaya udang modern di Indonesia.