SOLO - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di PAUD/KB Kids Fun Education, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali kembali memunculkan keluhan. Ditemukan belatung pada daun selada dalam nampan MBG, Selasa (14/7/2026).
Belatung tampak lincah menggeliat di tepi ompreng MBG dan daun selada. Pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat Dewi Ritaningsih menjelaskan, temuan belatung pada menu MBG Selasa (14/7/2026) merupakan peristiwa kali ketiga dalam waktu dekat ini. "Saya curiga, ini ulat mungkin dari daun selada," jelas Dewi.
Baca Juga: Tak Nyaman Diwawancara, Masyarakat Kota Jogja Bisa Isi Kuisioner Sensus secara Mandiri
Kejadian itu segera dilaporkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai MBG dan segera ditindaklanjuti. Menurut Dewi, sekitar 2 bulan terakhir, menu MBG selalu dilengkapi daun selada.
SPPG menyebut daun selada agar tampilan menu MBG lebih menarik. Ditambahkan Dewi, dua temuan sebelumnya, belatung langsung dimusnahkan.
Namun, temuan itu tetap dilaporkan ke SPPG melalui lembar evaluasi harian yang wajib diisi sekolah penerima MBG.
Pertama kita ingatkan dulu, yang kedua ditulis di laporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis di situ," jelasnya.
Baca Juga: Selain Harum dan Hangat, Teh Serai Punya Beragam Manfaat Bagi Tubuh
Dewi mengaku hanya menemukan belatung di satu nampan. Namun ia khawatir ada nampan lain yang tidak sempat diperiksa karena keterbatasan tenaga.
Ditambahkan Dewi, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di MIM Pandeyan. Sekolah tersebut diketahui mendapat pasokan MBG dari SPPG yang sama.
Baca Juga: Gencarkan Ekspor Daging dan Susu, Australia Gandeng BPJPH untuk Jaminan Produk Halal
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Boyolali M Syawalludin menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan belatung di menu MBG.
Tim dari kecamatan, puskesmas, dan pihak terkait saat ini melakukan verifikasi di lapangan.
“Sedang di diskusikan, diverifikasi kondisi makanan antara kepala SPPG dan ahli gizi, pelapor Ibu Dewi, Camat dan Puskesmas,” ungkap Syawalludin.
Hasil verifikasi di sekolah dan di dapur SPPG akan menjadi bahan evaluasi Satgas. Temuan itu akan diteruskan sebagai masukan kepada Koordinator Wilayah dan Badan Gizi Nasional (BGN). (fid/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Sevtia Eka NovaSumber : Radar Solo