SOLO - SDN Kauman Solo masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru. Selama dua tahun terakhir, jumlah siswa baru yang diterima belum mampu memenuhi daya tampung yang ditentukan yakni 28 siswa.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN Kauman menerima tujuh siswa baru. Meski belum memenuhi kuota, angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya memperoleh dua siswa.
Plt Kepala SDN Kauman Ratnawati mengatakan, dari tujuh siswa baru tersebut, lima anak diterima melalui jalur domisili dan dua melalui jalur offline.
"Alhamdulillah tahun ini dapat tujuh siswa. Ada kemajuan dibandingkan tahun kemarin yang hanya dua siswa. Tujuh siswa ini dari jalur domisili ada lima, dan yang daftar offline ada dua," ujarnya, Selasa (14/7).
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan minat masyarakat terhadap SDN Kauman masih rendah.
Selain lokasi sekolah yang kurang terlihat dari jalan utama, penurunan jumlah anak usia sekolah akibat keberhasilan program keluarga berencana (KB) juga memengaruhi jumlah calon peserta didik.
Di sisi lain, tren orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak di sekolah swasta turut menjadi tantangan sekolah dalam mencari murid baru. "Kami menjadikan kondisi ini sebagai motivasi untuk terus membangun branding sekolah agar kejayaan SD Kauman yang dulu memiliki banyak siswa bisa kembali terulang," kata Ratnawati.
Berbagai upaya promosi pun telah dilakukan. Selain aktif mengenalkan sekolah melalui kegiatan Posyandu 6 Plus bersama Dinas Pendidikan, SDN Kauman juga memanfaatkan siaran di Radio Pasar Klewer dan Radio Benteng.
Langkah tersebut dipilih karena selama ini banyak orang tua siswa bekerja di Pasar Klewer dan kawasan Benteng. Namun, lesunya aktivitas perdagangan di Pasar Klewer juga berdampak pada penurunan jumlah siswa.
"Dulu hampir semua yang bekerja di Pasar Klewer menyekolahkan anaknya di SD Kauman. Sekarang karena pasar sepi, jumlah pekerja juga berkurang, sehingga berpengaruh juga terhadap jumlah siswa kami," jelasnya.
Baca Juga: BOS dan TPG Terancam Tak Cair, SD Negeri Pendem Pengasih Tak Miliki Siswa Baru
Sementara itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua diisi dengan senam, sosialisasi bahaya Napza, bersih-bersih lingkungan, hingga perkenalan antar guru dan siswa.
Pada akhir pekan nanti, sekolah juga berencana mengajak siswa mengenal lingkungan sekitar, seperti Alun-alun Utara dan Keraton Solo.
Sri Wahyuni berharap berbagai upaya yang dilakukan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga tahun depan jumlah peserta didik baru dapat bertambah.
"Kami optimistis tahun depan bisa mendapat murid lebih banyak lagi sehingga SDN Kauman tetap eksis dan ikut mewarnai pendidikan di Kota Solo," ucapnya. (alf/fer/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Heru PratomoSumber : Radar Solo