Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

KPK Kembali Sambangi Sukoharjo, Kali Ini Geledah Rumah Istri Kepala BKPAD Tersangka Pemerasan

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 16 Juli 2026 | 21:56 WIB
Gapura masuk ke rumah istri tersangka pemerasan Kepala BPKAD Richard Tri Handoko di Jombor, Sukoharjo, Kamis (16/7/2026). (Foto: Iwan Kawul/Radar Solo)
Gapura masuk ke rumah istri tersangka pemerasan Kepala BPKAD Richard Tri Handoko di Jombor, Sukoharjo, Kamis (16/7/2026). (Foto: Iwan Kawul/Radar Solo)

SUKOHARJO Sebuah rumah di depan Gelora Merdeka Jombor, Kecamatan Bendosari, didatangi sejumlah aparat kepolisian bersama beberapa orang berpakaian sipil yang diduga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/7/2026) sore. Kedatangan rombongan tersebut menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.

Pantauan Radar Solo, rombongan tiba sekitar pukul 15.00. Mereka memasuki rumah dengan didampingi sejumlah aparatur sipil negara (ASN), sementara personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan kegiatan. Salah seorang warga yang melintas, Bambang, mengaku melihat sejumlah kendaraan berhenti di depan rumah sebelum rombongan masuk.

"Saya kebetulan lewat. Terlihat banyak polisi dan beberapa orang berpakaian sipil masuk ke rumah itu. Ada juga beberapa ASN yang ikut mendampingi. Saat saya lewat lagi sekitar satu jam kemudian, mereka masih berada di dalam dan polisi masih berjaga di luar," ujarnya.

Baca Juga: Dua Pekerja Tewas, Wali Kota Solo Ultimatum Operator PLTSa Putri Cempo

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, rumah itu milik E, istri Richard Tri Handoko (kepala BPKAD nonaktif Sukoharjo), salah satu tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Richard ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani dan Tri Mulyo dalam perkara dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD). "Pak Richard juga tinggal di situ," kata seorang warga.

Warga lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat rombongan datang rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang tidak berada di tempat. "Rumah itu memang milik Bu E, istri Pak Richard. Tadi waktu didatangi, rumahnya kosong karena yang bersangkutan tidak ada di rumah," ujarnya.

Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan yang masuk ke dalam rumah belum terlihat keluar. Petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, sementara aktivitas masyarakat di kawasan Gelora Merdeka Jombor tetap berlangsung normal.

Baca Juga: Peserta Tur Diduga Tinggalkan Rombongan di Korea Selatan, Agen Perjalanan Mengaku Rugi Rp125 Juta

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai kegiatan yang dilakukan di rumah tersebut maupun apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari proses penggeledahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah berjalan. (kwl/laz)

Sumber: Radar Solo

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Solo
Richard Tri Handoko kepala BPKAD KPK ASN komisi pemberantasan korupsi