Dalam kunjungannya, Sadewo menyempatkan berbincang dengan sejumlah korban yang masih menjalani perawatan. Kepada salah seorang korban, ia menanyakan apakah datang seorang diri dan dari mana asalnya. Korban mengaku datang sendiri serta berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, namun kini bekerja di Banyumas.
Menanggapi musibah tersebut, Sadewo mengatakan tidak ada seorang pun yang menginginkan insiden itu terjadi.
"Intinya tidak ada yang menginginkan kejadian, meskipun musibah ya. Wong dewek lagi seneng-seneng, tiba-tiba ambruk," ujar Sadewo.
Baca Juga: AWK Janji Biayai Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam hingga Sarjana
Pada kesempatan yang sama, pihak penyelenggara Speedfest Purwokerto turut menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para korban. Mereka mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan memastikan akan terus berkoordinasi dalam proses penanganan korban.
"Kita dari penyelenggara mohon maaf sekali. Nggak ada yang mau sampai kejadian seperti ini. Saya jujur juga sedih sekali atas kejadian ini yang terjadi pada hari ini. Kita pasti juga akan bantu. Kita juga minta maaf, kita juga mendatangi satu-satu korban sama Pak Bupati. Kita juga akan minta kontaknya, kita akan koordinasi terus," ujar perwakilan penyelenggara.
Sebelumnya, tribun penonton pada ajang Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto ambruk saat perlombaan berlangsung pada Sabtu (26/7). Berdasarkan data terakhir, insiden tersebut mengakibatkan 75 orang mengalami luka-luka dan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan di Banyumas. Tidak ada laporan korban meninggal dunia.
Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama penyelenggara menyatakan akan terus berkoordinasi dalam penanganan para korban. Pendataan dan komunikasi dengan korban juga akan dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut pascainsiden.