Pasar Bayat Klaten Diamuk si Jago Merah, 80 Lapak Hangus

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:16 WIB
Garis polisi membentang di Pasar Bayat, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. Pusat perdagangan ini terbahar, Senin (27/7) sore. (Angga Purenda/Radar Solo)
Garis polisi membentang di Pasar Bayat, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. Pusat perdagangan ini terbahar, Senin (27/7) sore. (Angga Purenda/Radar Solo)

 

 

SOLO - Kebakaran hebat melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (27/7/2026) sore. Dampak kejadian tersebut, sedikitnya 80 lapak pedagang hangus.


Kebakaran ini kali pertama diketahui oleh warga sekitar pukul 16.20. Saksi melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari dalam pasar. Dikarenakan sebagian besar akses pintu utama pasar dalam keadaan tertutup, warga terpaksa masuk melalui pintu samping bagian belakang.

Baca Juga: Lift Barang Putus, Satu Pekerja Tewas, Polresta Solo Selidiki Dugaan Kelalaian

 

Hal itu dilakukan untuk menelusuri sumber api dan upaya evakuasi awal. ​Kasatreskrim Polresta Klaten AKP Taufik Frida Mustofa mengonfirmasi bahwa titik api awal terdeteksi berada di area tengah pasar.


Tepatnya di dekat pohon beringin yang memang berada di area tengah pasar.  ​"Saat kejadian kondisi pasar kosong dan tidak banyak aktivitas. Untuk saat ini kami fokus memastikan pemadaman bara api agar tidak memicu kebakaran susulan," ujar AKP Taufik ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga: Pasar Klewer Sepi Bikin SDN Kauman Solo Dua Tahun Ini Krisis Murid


​Pasar Bayat merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang menjual berbagai komoditas pokok. Seperti bahan sembako, pakaian hingga bahan makanan harian lainnya.  Kondisi pasar yang cukup padat serta banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar.


​Mengenai total nilai kerugian materiil, pihak kepolisian belum dapat memberikan angka pasti. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dari masing-masing pedagang. 

Baca Juga: Spanduk "Halal Gantung Maling" Viral di Medsos, Warga di Wonosobo Resah dengan Kasus Curanmor Juga Marak di Purworejo


Pendataan kerugian secara terperinci nantinya akan dilakukan oleh pengelola pasar bekerja sama dengan instansi terkait. ​


Saat ini, jajaran Polresta Klaten bersama Tim Inafis masih berfokus memastikan pemadaman total. Termasuk bersiap melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti pemicu kebakaran tersebut. (ren/laz)

Sumber: Radar Solo

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
PASAR BAYAT HANGUS aktivitas ekonomi kebakaran pemadaman