Tayangan tak senonoh yang sempat muncul di videotron milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi, Kalimantan Barat, mengundang perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Pemerintah daerah memastikan konten tersebut bukan berasal dari materi resmi yang ditayangkan, melainkan diduga akibat adanya akses ilegal ke sistem pengelolaan videotron.
Insiden itu terjadi di videotron yang berada di Bundaran Nanga Pinoh pada Senin (27/7) sekitar pukul 13.04 WIB. Saat itu, layar yang biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mendadak menampilkan konten bermuatan pornografi hingga menarik perhatian warga yang melintas. Rekaman kejadian kemudian menyebar di berbagai platform media sosial.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Joko Wahyono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan tayangan yang muncul bukan merupakan konten yang diproduksi maupun dijadwalkan oleh Pemkab Melawi.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, pemerintah daerah menduga sistem pengelolaan videotron telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Dugaan tersebut diperkuat dengan munculnya tampilan yang tidak semestinya pada layar videotron yang dikelola pemerintah.
Baca Juga: Tidak Semua Nikmat Berarti Istidraj, Begini Cara Memahaminya dalam Islam
Menindaklanjuti kejadian itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Melawi segera menghentikan operasional videotron untuk sementara. Langkah tersebut dilakukan agar sistem dapat diperiksa sekaligus mencegah tayangan serupa kembali muncul selama proses investigasi berlangsung.
Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, layar videotron juga sempat menampilkan tulisan "Hacked by Mauri" disertai sebuah akun Instagram. Informasi tersebut kini menjadi bagian dari bahan penelusuran. Namun, hingga saat ini pemerintah daerah belum menyimpulkan keterkaitan tulisan tersebut dengan identitas pelaku maupun motif di balik dugaan peretasan.
Pemkab Melawi menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut sekaligus memperkuat sistem keamanan perangkat videotron. Evaluasi juga dilakukan terhadap mekanisme pengelolaan agar media informasi publik itu dapat kembali beroperasi dengan aman.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan rekaman yang memuat konten pornografi tersebut. Warga diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.