SOLO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri puncak tradisi tahunan sebaran apem Yaa Qowiyyu di Lapangan Klampeyan, Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2026).
Kehadiran Airlangga bukan sebatas kapasitasnya sebagai pejabat negara, melainkan juga sebagai bagian dari keluarga besar atau zurriyah (keturunan) tokoh ulama besar pendiri tradisi tersebut Kiai Ageng Gribig.
Baca Juga: Adu Kebo Truk Tangki BBM dengan Motor di Ngadirojo Wonogiri, Satu Orang Meninggal Dunia
Dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu warga, Airlangga menyampaikan rasa syukur dapat kembali hadir di tengah masyarakat Jatinom untuk melestarikan tradisi yang telah bertahan selama 407 tahun tersebut.
"Saya hadir bukan hanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Zurriyah Ki Ageng Gribig. Saya bersyukur dapat hadir kembali dan harapan saya tradisi ini terus dipertahankan" ujar Airlangga.
Baca Juga: Menghitung Hari, Membaca Alam: Jejak Kecerdasan Kuno dalam Weton
Ia juga menguraikan makna dibalik tema perayaan tahun ini, Inggaluhur Rinasa Trasing Gusti. Airlangga mengingatkan bahwa setinggi apa pun ilmu maupun pencapaian manusia, seluruhnya harus dilandasi oleh rasa tawakal, rendah hati serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, tradisi Yaa Qowiyyu dan filosofi apem yang diwariskan Ki Ageng Gribig mengandung simbol sedekah, persaudaraan dan gotong royong. Termasuk menjaga akar sejarah hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui prinsip berbagi kesejahteraan.
Di sisi lain, Airlangga mengapresiasi Pemkab Klaten dan panitia atas penyelenggara atas konsistensi menjaga tradisi yang diperkirakan menyedot hingga ribuan pengunjung tersebut.
Airlangga juga menyampaikan bahwa kehadirannya pada agenda rutin bulan Safar ini juga menjadi momentum untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat bawah.
"Doa khusus tentu kita berharap bahwa apa yang diajarkan oleh Kiai Ageng Gribig dapat terus dilanjutkan. Terutama untuk kita mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat, nilai kebahagiaan masyarakat dan sekali dalam setahun kita guyub rukun menikmati apem," ujar Airlangga.
Ketika ditanya mengenai bentuk dukungan kementerian terhadap agenda budaya ini, Airlangga menekankan pentingnya multiplier effect bagi pelaku usaha kecil. "Kalau dari Kementerian, tentu kita mendorong ekonomi kerakyatan yang selalu tumbuh dengan kegiatan seperti ini," tambahnya.
Rangkaian acara perayaan Yaa Qowiyyu selama sepekan membawa berkah finansial melimpah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Pedagang kaki lima (PKL), penyedia jasa hingga toko oleh-oleh khas Jatinom mencatatkan lonjakan pendapatan yang signifikan dibanding hari biasa. Tak hanya itu, tradisi penyebaran apem ini juga menggerakkan dapur produksi warga.
Tingginya permintaan apem yang disebar mencapai total 6,5 ton membuat para pembuat kue apem lokal kebanjiran pesanan. Begitu besarnya volume produksi hingga pembuatan apem tak hanya melibatkan partisipasi aktif warga lokal Jatinom saja. Termasuk adanya kontribusi dari daerah lainnya seperti Brebes hingga Cirebon. (ren/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo