SOLO - Pemkot Solo menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel buah semangka yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kasus keracunan massal di SD Al Abidin Solo. Temuan hasil uji laboratorium itu menjadi dasar evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus peringatan agar seluruh penyelenggara MBG memperketat standar keamanan pangan.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, sejak insiden yang menimpa 108 siswa pada akhir Juli lalu, Pemkot langsung mengerahkan Satgas MBG untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dan SPPG, sekaligus melakukan pengujian laboratorium terhadap berbagai sampel makanan.
Baca Juga: Apa Penyebab Pusat Grosir PGS Resmi Ditutup? Manajemen Bilang Bukan karena Sepi Pengunjung
"Hasil pemeriksaan menunjukkan dari seluruh variabel yang kami uji, mulai makanan, minuman, lauk pauk, hingga makanan di kantin, ditemukan bakteri E. coli pada sampel buah semangka," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Respati, hasil pemeriksaan tersebut telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan terhadap SPPG yang bersangkutan. Kewenangan pemberian sanksi sepenuhnya berada di tangan BGN.
"Saya mendapat informasi sudah ada tindakan suspend dari BGN. Kami sangat prihatin. Langkah-langkah preventif terus kami tingkatkan, dan dapur yang bermasalah sudah ditindaklanjuti dengan cukup tegas," katanya.
Baca Juga: Hilang sejak Desember 2025, Kades Sambeng, Borobudur Resmi Diberhentikan
Respati menegaskan, insiden keracunan massal itu harus menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara MBG agar lebih disiplin menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
"Kami meminta seluruh SPPG lebih teliti dalam proses mencuci bahan, mengolah, menyimpan, hingga menyajikan makanan kepada penerima manfaat. Semua tahapan harus dilakukan dengan lebih hati-hati agar kejadian seperti ini tidak terulang," tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Satgas MBG Kota Surakarta bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Kota Solo. Penguatan juga dilakukan di lingkungan sekolah melalui edukasi mengenai penerapan keamanan pangan.
Wakil Satgas MBG Kota Solo Purwanti menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada dapur penyedia makanan, tetapi juga lingkungan sekolah secara menyeluruh.
"Keamanan pangan harus diperkuat dari semua aspek. Tidak hanya di SPPG, tetapi juga di lingkungan sekolah, termasuk kantin dan pedagang di sekitar sekolah.
Namun, untuk SPPG, penerapan SOP keamanan pangan memang harus dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat," ujarnya. (ves/laz)
Sumber: Radar Solo
Sumber : Radar Solo