Wajah Baru Ekowisata Kalitalang Klaten: Kini Punya Gerbang Kawasan, Bidik Wisman dari Jerman hingga Tiongkok

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:21 WIB
Gerbang Ekowisata Kalitalang sebagai wajah baru kawasan di Desa Balerante, Kemalang, Klaten yang diresmikan pada Minggu (2/8/2026). Angga Purenda/Radar Solo
Gerbang Ekowisata Kalitalang sebagai wajah baru kawasan di Desa Balerante, Kemalang, Klaten yang diresmikan pada Minggu (2/8/2026). Angga Purenda/Radar Solo

SOLO - Kawasan Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, bersolek. Menyusul hadirnya Gerbang Ekowisata Kalitalang yang diresmikan pada Minggu (2/8/2026). 


Keberadaannya sebagai penanda kawasan sekaligus komitmen pengembangan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. Fasilitas baru ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemkab Klaten melalui program KKN Tematik.


Peresmian gerbang wisata tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UGM Ova Emilia serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Sekretaris Desa (Sekdes) Balerante yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Balerante Jainu menyampaikan, pembangunan gerbang tersebut didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Yayasan AHM dalam kerangka kerja sama tiga tahun.

Baca Juga: Baznas Kabupaten Purworejo Salurkan Rp 269 Juta untuk Rehab 35 Rumah Tidak Layak Huni


"Ini masuk tahun kedua kerja sama. Ke depan, kekurangan infrastruktur fisik di Kalitalang akan terus didukung Yayasan AHM. Sementara pengembangan non-fisik didampingi UGM melalui mahasiswa KKN setiap tahunnya," ujar Jainu.


Selain menambah estetika dan menjadi penanda batas kawasan, gerbang tersebut bisa digunakan sebagai spot foto oleh wisatawan. Saat bersamaan juga menjadi pos retribusi tiket masuk seharga Rp 5.000 per orang.

Baca Juga: Warga Kalitengah Lor Ditemukan Meninggal usai Terperosok ke Tebing Sedalam Empat Meter saat Mencari Rumput


Kehadiran infrastruktur pendukung tersebut dinilai penting, mengingat tren kunjungan ke Ekowisata Kalitalang terus menunjukkan grafik positif.
Saat ini, angka kunjungan weekday mencapai 250-300 wisatawan per hari. Sedangkan pada weekend melonjak hingga 1.000- 1.500 pengunjung per hari. Tidak hanya wisatawan domestik, magnet Gunung Merapi di Kalitalang juga makin memikat wisatawan mancanegara (wisman).


Sepanjang 2025, tercatat sekitar 22.000 pengunjung mendatangi Kalitalang, di mana mendekati 1.000 orang di antaranya merupakan wisatawan asing.

 "Wisatawan asing puncaknya biasa di bulan Juli, Agustus hingga September. Banyak dari Jerman, Prancis, Belanda, Tiongkok hingga Jepang. Daya tarik utamanya tentu Gunung Merapi. Banyak juga yang sengaja datang untuk tracking, tidak terpengaruh walau Merapi sedang tertutup kabut," jelas Jainu.

Baca Juga: Tanam 20 Ribu Mangrove, Menumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir


Melihat potensi tersebut, pengelola Pokdarwis Balerante bersama Yayasan AHM dan UGM kini tengah menyusun strategi pengembangan pengalaman wisata.


Fokus utama ke depan adalah mendorong perputaran ekonomi di tingkat warga lokal. Jainu mengungkapkan harapannya agar wisatawan mancanegara tidak sekadar melintas dan membeli tiket masuk. Melainkan juga berbelanja serta berinteraksi lebih dalam dengan kehidupan masyarakat desa.


"Kami berkeinginan wisatawan asing tidak hanya meninggalkan uang tiket Rp 5.000 di sini, tapi minimal Rp 100.000-Rp 500.000. Tanpa harus menaikkan harga tiket masuk. Kami sedang menggali apa yang mereka suka di Balerante, termasuk interaksi dengan kehidupan sosial masyarakat, sehingga kami bisa menyiapkan paketnya," tambahnya.


Saat ini Kalitalang tidak hanya menawarkan pemandangan Gunung Merapi dan jalur tracking. Tetapi juga telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk kegiatan. Seperti camping ground, trail run hingga pendapa untuk menggelar rapat atau pertemuan rombongan. (ren/laz)
Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
Ekowisata Kalitalang Gerbang Ekowisata Pemkab Klaten Sekretaris Desa retribusi tiket