SOLO - Keselamatan di jalan raya Kabupaten Sragen menjadi sorotan tajam. Berdasarkan data Forum Lalu Lintas Sragen, angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Juni 2026 mengalami lonjakan drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total tercatat 1.188 kasus kecelakaan dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah ini meningkat 42 persen dibandingkan semester I tahun 2025 yang mencatatkan 834 kasus.
Tragisnya, dari 1.402 korban yang terdampak tahun ini, sebanyak 91 orang di antaranya meninggal dunia. Jika dikalkulasi, rata-rata satu nyawa melayang setiap dua hari akibat kecelakaan di jalanan Sragen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen Suparwoto mengakui kondisi ini menjadi perhatian serius lintas sektoral. Pihaknya melalui Forum Lalu Lintas telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di Bumi Sukowati.
”Forum lalu lintas anggotanya dari berbagai stakeholder yang mempunyai tanggung jawab, tugas, dan kepentingan di lalu lintas Kabupaten Sragen. Karena memang tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sini,” ujar Suparwoto, Kamis (13/8/2026).
Suparwoto mencontohkan, ruas jalan antara simpang Masaran hingga perbatasan Grompol menjadi salah satu fokus perbaikan karena kondisi jalannya yang bergelombang.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar ruas tersebut masuk prioritas rekonstruksi. Selain perbaikan infrastruktur, pengaturan arus lalu lintas di titik padat, juga terus dimaksimalkan.
Baca Juga: Gunungkidul Jadi Titik Terparah Gelombang Tinggi DIY, Pantai Mana Saja yang Perlu Diwaspadai?
Dishub telah menyesuaikan durasi fase lampu lalu lintas (traffic light) untuk mengurai kepadatan, terutama bagi pengendara dari arah Solo dan Masaran. Lebih lanjut, isu kendaraan over dimension over loading (ODOL) juga menjadi catatan yang akan masuk dalam kajian mendalam Forum Lalu Lintas.
Sinergi antarinstansi terus diperkuat guna menekan angka kecelakaan yang semakin mengkhawatirkan tersebut. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama di tengah tingginya arus kendaraan di jalur arteri Sragen. (din/adi/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Solo