SOLO - Dugaan keracunan makanan massal terjadi di SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar, Kecamatan Cawas, Klaten. Sebanyak 178 warga sekolah mengalami gejala setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (14/8/2026).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten bergerak melakukan penanganan dan investigasi. Seluruh sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan dan disimpan di freezer untuk menjaga kondisinya sebelum dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan di Jogjakarta.
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengatakan, sampel tersebut dijadwalkan dikirim pada Senin (17/8/2026). Pengiriman dilakukan setelah libur akhir pekan.
Baca Juga: Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca di Kabupaten Purworejo Anjlok
“Langkah-langkah dari dinkes, sampel sudah kita amankan seluruhnya. Saat ini sampel disimpan di freezer untuk menjaga kondisinya, dan besok (Senin 17/8/2026) langsung kita kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan di Jogjakarta karena hari Minggu libur," ujar Anggit saat dihubungi Radar Solo, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, pemeriksaan laboratorium akan meliputi pengujian mikrobiologi maupun kandungan kimiawi. Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja.
“Untuk hasil uji lab biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari. Jika sampel masuk hari Senin, diperkirakan hasilnya keluar antara hari Jumat, Sabtu, atau paling lambat Senin pekan berikutnya," jelasnya.
Berdasarkan kronologi Dinkes Klaten, para siswa menyantap menu MBG sekitar pukul 08.30 pada Jumat (14/8). Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00, mulai muncul keluhan kesehatan. Namun, laporan resmi mengenai kejadian tersebut baru diterima Dinkes Klaten pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 09.00.
Baca Juga: Tiga Pemuda asal Klaten Diamankan Usai Diamuk Warga di Purwomartani, Sleman
Menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri atas nasi putih, nugget ayam homemade, tahu bumbu bali, tumis pokcoy wortel jamur kuping, serta buah apel Fuji hijau.
Dari penelusuran awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada nugget ayam homemade. Dugaan ini muncul setelah sejumlah warga sekolah mengeluhkan aroma dan rasa nugget yang disebut agak asam ketika dikonsumsi.
Meski demikian, Dinkes Klaten belum dapat memastikan makanan yang menjadi sumber gangguan kesehatan tersebut. Kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Anggit memastikan kondisi seluruh warga sekolah yang mengalami gejala masih terkendali. Dari 178 orang yang dilaporkan bergejala, tidak ada korban yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Penanganan medis dan pemantauan kesehatan dilakukan melalui Puskesmas Cawas 1 serta sejumlah klinik dan dokter praktik yang sebelumnya menangani warga sekolah. Dinkes Klaten juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi para siswa dan warga sekolah lainnya.
"Kami terus mengimbau pihak sekolah dan penyedia makanan untuk memprioritaskan higienitas serta kebersihan standar olahan pangan. Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali," tegas Anggit.
Baca Juga: Seru untuk Liburan Seharian, Hanya Satu Jam dari Jakarta!
Kini, perhatian tertuju pada hasil uji laboratorium. Sampel makanan yang telah diamankan diharapkan dapat menjawab penyebab munculnya gejala pada ratusan warga SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar.
Apakah benar nugget ayam homemade menjadi sumber masalah? Jawabannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (ren/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Winda Atika Ira PuspitaSumber : Radar Solo