RADAR PURWOREJO - Sehari sebelum dunia memperingati Hari Orangutan Sedunia (19 Agustus), seekor orangutan koleksi Solo Safari bernama Didi justru sudah lebih dulu "merayakan" dengan caranya sendiri.
Ia kabur dari kandang dan jalan-jalan ke tengah kota Solo pada Selasa (18/8/2026) sore.
Sekitar pukul 15.30 WIB, orangutan berbulu cokelat pekat ini melompati pagar area Pasar Semangka, menyeberangi Jalan Kyai H Masykur, lalu bergerak menuju kawasan permukiman.
Sepanjang perjalanannya, ia sempat menyenggol beberapa sepeda motor yang terparkir, merobohkan tenda angkringan, hingga akhirnya mampir ke Warung Makan Ayam Tulang Lunak Bengawan dan mengobrak-abriknya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Ubah Desil DTSEN, Solusi buat yang "Salah Kaprah" Masuk Desil 9-10
Dua sepeda motor pengunjung pun tak luput ia robohkan.
Belum puas, satwa ini lanjut jalan-jalan ke arah Mako SAR UNS, sempat juga menaiki kendaraan roda tiga yang terparkir di depan sebuah kos-kosan sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan tim Solo Safari lewat dua kali tembakan bius, setelah proses pengejaran sekitar satu jam.
Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus untuk meningkatkan kesadaran publik akan status orangutan sebagai spesies yang terancam punah.
Akibat dari deforestasi, perburuan liar, dan alih fungsi lahan yang terus menggerus habitat aslinya di hutan Kalimantan dan Sumatra.
Baca Juga: Pembagian Desil Berdasarkan Data DTSEN 2026 dan Siapa yang Berhak Menerima Bantuan Sosial?
Tujuan utamanya adalah mendorong perlindungan yang lebih serius.
Insiden kaburnya orangutan Solo Safari, viral di berbagai lini masa menjadi pengingat pahit bahwa satwa langka ini sudah cukup terancam di alam liarnya.
Jadi fasilitas konservasi seperti kebun binatang seharusnya jadi tempat paling aman bagi mereka, bukan tempat yang justru menimbulkan insiden berisiko bagi satwa maupun warga sekitar.
General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada warga sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS) atas kekhawatiran yang ditimbulkan.
Ia menegaskan pihaknya langsung mengevaluasi prosedur dan sistem pengamanan, dengan tujuan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Purworejo Bertabur Karnaval, Peringati HUT Kemerdekaan Pupuk Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Petugas baru menyadari orangutan tersebut tidak berada di exhibitnya sekitar pukul 15.10 WIB, artinya ada jeda waktu sebelum akhirnya diketahui satwa itu sudah berkeliaran di luar.