Aksi Heroik Babinsa di Sragen Bekuk Maling Spesialis: Berbekal Bela Diri, Pelaku Nyerah

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:26 WIB
Ahmad Khairudin/Radar Solo
Serda Jumadi (kanan), Babinsa Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen tangkap pelaku pencurian.
Serda Jumadi (kanan), Babinsa Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen tangkap pelaku pencurian. Ahmad Khairudin/Radar Solo

 

SOLO - Malam itu, jarum jam menunjukkan pukul 01.30 WIB, Selasa (18/8/2026). Suasana Dukuh Sidorejo, Desa Karangasem, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, semestinya lelap dalam sunyi. Namun di rumah Sersan Dua (Serda) Jumadi, kesenyapan itu mendadak pecah oleh derap langkah asing di area tangga.


​Sebagai seorang prajurit TNI yang bertugas di Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen, insting pengamanan Jumadi langsung terjaga. Malam itu, ia bersama istri dan anaknya baru saja beristirahat usai perjalanan dari kegiatan di Sragen.

Baca Juga: Tekan Risiko Rem Blong, Kemiringan Turunan Curam Kalijambe Dipangkas Jadi 9 Persen


Sang istri yang terbangun karena hendak ke kamar mandi mendapati sesosok pria dengan penutup  muka dan berjaket hitam mondar-mandir di dalam rumahnya. ​Seketika, teriakan "maling!" membahana. Tanpa pikir panjang, Jumadi langsung melompat dari tempat tidur, meluncur ke arah sumber suara.
​Di sanalah duel senyap terjadi. Penyusup bertopeng itu mencoba kabur ke arah dapur sambil membawa tas kain oranye berisi uang. Menyadari ruang geraknya terkunci, sang pencuri sempat berbalik dan mencoba melawan.


​Namun, didorong oleh disiplin bela diri militer yang matang, Jumadi langsung memasang kuda-kuda kokoh. Dengan suara menggelegar penuh ketegasan, ia membentak pelaku.

Baca Juga: Desil Warga Lendah, Kulon Progo Naik Drastis, Khawatir Beasiswa Anak Jadi Taruhan


”Kowe nggak nyerah mati! (Kamu enggak nyerah mati!, Red). Saya juga hanya pasang kuda-kuda kiri depan terus,” terangnya, Senin (24/8/2026).
 Mental pencuri yang belakangan diketahui bernama Joko Triyono alias Keple, 46, itu langsung ciut. Menyadari lawannya bukan orang sembarangan dan terhalang meja besar, Keple sontak membuka penutup wajahnya.


”Ampun, Pak, saya nyerah! Jangan dibunuh, Pak, saya Joko,” ucap pelaku gemetar, menyerah tanpa syarat di tangan sang prajurit.


​Aksi heroik Serda Jumadi malam itu tidak hanya menyelamatkan harta keluarganya. Tas kain oranye yang disita dari pelaku terbukti berisi uang hasil kejahatan yang baru saja dijarah dari rumah Jumadi yang dibobol lewat ventilasi kamar mandi.

Baca Juga: Miliki Punthuk Setumbu, Desa Karangrejo Borobudur Disiapkan Naik Kelas Jadi Proklim Lestari


Saat diinterogasi di lokasi, pelaku kedapatan membawa ponsel. Pemeriksaan cepat terhadap aplikasi pesan singkat di ponsel tersebut membuka jaringan pencurian, Keple tidak sendirian.


Ia beraksi bersama seorang rekan bernama Sutrisno alias Tris alias Bronjong, 43, asal Sumberlawang, yang bertindak sebagai joki di luar rumah.
”Saya takutnya kalau diamuk massa, akhirnya saya telepon Polsek Tanon, telepon Babinsa setempat, telepon Bapak Danramil. Alhamdulillah Bapak Danramil langsung merespons,” ujarnya.


​Berbekal koordinasi sigap antara korban, Babinsa, dan Polsek Tanon yang langsung di-back up Tim URC Satreskrim Polres Sragen, pelarian sang joki tak berlangsung lama. Dini hari itu juga, sekitar pukul 04.15 WIB, rantai komplotan tersebut resmi diputus total usai penangkapan Sutrisno di kawasan Sambiduwur.
​Pengembangan kasus pun menggelinding bak bola salju. Tak disangka, penangkapan ini menjadi kunci pembuka kotak hitam kejahatan di Sragen.


Puluhan warga sekitar berdatangan ke rumah Jumadi keesokan harinya, mengucapkan terima kasih sekaligus menyadari bahwa pelaku inilah yang selama ini meresahkan perkampungan mereka.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Ubah Desil DTSEN, Solusi buat yang "Salah Kaprah" Masuk Desil 9-10


Mulai dari pencurian kotak amal masjid hingga pembobolan rumah lintas kecamatan yang mencakup sedikitnya tujuh tempat kejadian perkara (TKP).
​Komandan Koramil Plupuh Kapten Inf Hartadi memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan kesigapan anak buahnya. Bagi institusi TNI, apa yang dilakukan Serda Jumadi adalah wujud nyata kepedulian prajurit terhadap keamanan masyarakat.


”Kami ucapkan terima kasih kepada Serda Jumadi. Inilah salah satu harapan masyarakat, bahwa pencuri tersebut memang sangat meresahkan warga. Aksi ini minimal dapat meredam dan mengurangi tindak kriminalitas serupa," ujar Kapten Inf Hartadi.

Baca Juga: TNI AD Kerahkan Kapal Rumah Sakit Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT


​Meski dari lubuk hati terdalam keluarga sempat terbesit niat memaafkan karena pelaku masih warga satu daerah, fakta bahwa jejak kejahatan komplotan ini sudah terlalu banyak membuat proses hukum harus berjalan sepenuhnya di tangan kepolisian.


Di sisi lain, insiden ini menjadi alarm keras bagi warga Sragen untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif.

Baca Juga: Purworejo Bertabur Karnaval, Peringati HUT Kemerdekaan Pupuk Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong


Kapten Inf Hartadi mengingatkan pentingnya menggalakkan kembali Siskamling, memastikan pintu dan jendela terkunci ganda sebelum tidur, serta menghindari kebiasaan pamer aktivitas pribadi di media sosial saat rumah ditinggal kosong.


“Ini jadi pelajaran bersama. Mari tingkatkan Siskamling dan pastikan rumah terkunci rapat. Kewaspadaan adalah benteng pertahanan pertama kita,” tandasnya. (din/adi/laz)


Sumber: Radar Solo

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
Satreskrim Polres Sragen prajurit TNI Polsek Tanon Babinsa Keliling ke Sekolah-Sekolah maling