Truk Pasir Dihantam KA Malabar di Jogonalan Klaten, Belasan Perjalanan KA Terlambat

Winda Atika Ira Puspita • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:28 WIB
Evakuasi truk dan KA yang terlibat kecelakaan di perlintasan sebidang Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Kamis (27/8) dini hari. Dok.Polresta Klaten
Evakuasi truk dan KA yang terlibat kecelakaan di perlintasan sebidang Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Kamis (27/8) dini hari. Dok.Polresta Klaten

 

SOLO - Kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan pasir nomor polisi AD 9624 FG hancur dihantam Kereta Api (KA) 68 Malabar relasi Bandung–Malang, Kamis (27/8/2026) dini hari. Tepatnya di perlintasan sebidang (JPL 295) Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Meski truk hancur dan rangkaian kereta sempat mengalami anjlok, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto menjelaskan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.30. "Saat melintas di jalur kereta api, truk mendadak mogok dan berhenti tepat di tengah rel. Mengetahui kendaraan tidak dapat dijalankan, pengemudi segera keluar dari kabin truk untuk menyelamatkan diri," ujar Suwoto, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Bengawan Solo: Sungai Terpanjang di Jawa yang Menjadi Sumber Kehidupan

Tak lama setelah sopir keluar, dari arah Jogja meluncur KA Malabar. Benturan keras pun tak terelakkan. Truk bermuatan pasir tersebut terpental hingga sejauh kurang lebih 40 meter dan hancur berantakan.

Benturan tersebut juga mengakibatkan lokomotif KA Malabar mengalami anjlok di lokasi kejadian. Informasi kecelakaan ini langsung diteruskan oleh pihak keamanan Stasiun Srowot ke Polsek Jogonalan sekitar pukul 03.30.

Petugas piket jaga Polsek Jogonalan bersama jajaran Polresta Klaten langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Sapu Bersih 49 Suara DPRD, Linda Resmi Terpilih Jadi Wakil Bupati Klaten

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Jogjakarta bergerak cepat menangani dampak kecelakaan tersebut. Tim dari KAI Daop 6 diturunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi lokomotif KA Malabar serta perbaikan prasarana jalur rel yang terdampak.

Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih menjelaskan, evakuasi rangkaian kereta berhasil diselesaikan pada pagi hari. "Pukul 06.01, KA Malabar sudah dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju tujuan akhir dengan menggunakan lokomotif pengganti. Petugas kami juga merampungkan perbaikan jalur sehingga perjalanan KA dapat kembali beroperasi lancar," jelas Feni.

Baca Juga: Targetkan Delapan Emas di Popda Jateng 2026, Purworejo Lepas 204 Atlet Terbaik

Akibat penanganan evakuasi lokomotif dan perbaikan jalur di JPL 295 Klaten tersebut, sebanyak 14 perjalanan kereta api jarak jauh maupun commuter line sempat mengalami keterlambatan dengan durasi bervariasi.

KA Malabar mencatatkan keterlambatan tertinggi mencapai 289 menit, disusul KA 2601 (125 menit), KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur KA 720 (85 menit) serta KA 14 Argo Lawu (65 menit).

Keterlambatan juga dialami beberapa kereta lain seperti KA Gajayana, KA Lodaya, KA Mutiara Selatan, KA Madiun Jaya.

Begitu juga KA Singasari, KA Malioboro Ekspres hingga KA Joglosemarkerto.

Pihak KAI Daop 6 Jogjakarta menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI menyalurkan service recovery berupa makanan ringan, minuman hingga makanan berat sesuai ketentuan durasi keterlambatan penumpang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, meningkatkan kedisiplinan. Termasuk wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang," imbau Feni. (ren/laz)


Sumber: Radar Solo

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Solo
KA Malabar Kecelakaan Daop 6 Jogjakarta kereta api (KA)