RADAR PURWOREJO - Kecelakaan melibatkan satu Kereta Api (KA) 68 Malabar relasi Bandung-Malang yang menghantam truk bermuatan pasir bernomor polisi AD 9624 FG di perlintasan sebidang (JPL 295), Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Kamis (27/8) dini hari.
Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Suwoto, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.
Truk mendadak mogok dan berhenti tepat di tengah rel saat hendak melintas.
Baca Juga: Persak U-17 Tersingkir di Delapan Besar Piala Soeratin 2026, R2 Solo Jadi Batu Sandungan
Menyaksikan kendaraannya mati mesin, sang sopir panik lalu segera keluar dari kabin untuk menyelamatkan diri.
Di saat bersamaan, KA Malabar melaju dari arah Yogyakarta sehingga benturan keras tak terhindarkan.
Benturan tersebut membuat truk pasir terpental sejauh 40 meter hingga hancur berantakan, serta menyebabkan lokomotif KA Malabar mengalami anjlok.
Pihak keamanan Stasiun Srowot kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Jogonalan sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca Juga: Punya Kemampuan tapi Kesempatan Minin, Disnaker Kulon Progo Buka 164 Loker untuk Disabilitas
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Merespons musibah tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta segera menugaskan tim untuk mengavakuasi lokomotif dan memperbaiki jalur rel yang rusak.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan proses evakuasi tuntas pada pagi hari.
"Pukul 06.01 WIB, KA Malabar sudah dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju tujuan akhir menggunakan lokomotif pengganti. Petugas kami juga merampungkan perbaikan jalur sehingga perjalanan KA kembali lancar," terang Feni dikutip dari RadarSolo.
Baca Juga: Truk Pasir Dihantam KA Malabar di Jogonalan Klaten, Belasan Perjalanan KA Terlambat
Akibat evakuasi dan perbaikan prasarana tersebut, sebanyak 14 perjalanan kereta api jarak jauh maupun commuter line sempat terhambat dengan durasi bervariasi.
KA Malabar mencatat keterlambatan tertinggi hingga 289 menit, disusul KA 2601 (125 menit), KRL Jogja-Palur KA 720 (85 menit), dan KA 14 Argo Lawu (65 menit).
Keterlambatan juga dialami KA Gajayana, Lodaya, Mutiara Selatan, Madiun Jaya, Singasari, Malioboro Ekspres, hingga Joglosemarkerto.
Atas ketidaknyamanan tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.
Baca Juga: Pastikan Tak Ada Kebocoran dan Luapan, Polda DIY Evaluasi Pemasangan Pipa dan Resapan Rusun Pathuk
Pihak KAI juga memberikan service recovery berupa makanan dan minuman sesuai dengan tingkat keterlambatan masing-masing penumpang.
Feni turut mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, meningkatkan kedisiplinan, serta wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Editor : Meitika Candra Lantiva