Banyak Warga Masih Tinggal Kontrak, Pemkot Solo Siapkan Hunian Vertikal

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:19 WIB
ilustrasi hunian vertikal
ilustrasi hunian vertikal

SOLO – Persoalan ketersediaan tempat tinggal menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Solo. Tingginya jumlah warga yang masih mengandalkan rumah sewa atau kontrakan mendorong pemkot mencari alternatif hunian yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kondisi perkotaan.

Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong pengembangan hunian vertikal sebagai salah satu pilihan untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Konsep tersebut dinilai relevan karena Solo memiliki keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah tapak.

Hunian vertikal memungkinkan lebih banyak keluarga menempati satu kawasan tanpa membutuhkan lahan seluas pembangunan rumah tapak. Model rumah susun juga dapat menjadi alternatif dalam penataan permukiman sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Pemkot Solo sebelumnya telah memiliki Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Mojo yang berada di Kecamatan Pasar Kliwon. Keberadaan rusun tersebut menjadi salah satu contoh penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal.

Baca Juga: Siap 'Tancap Gas' Mendampingi Bupati, Siapa Sosok Mahanni Yulindha Pratiwi Wabup Klaten Terpilih? 

Pengembangan Rusunawa Mojo juga direncanakan berlanjut. Pemkot Solo telah mengusulkan pembangunan gedung kedua yang akan dibuat dengan konsep kembar dengan bangunan pertama.

Rusunawa Mojo Blok A saat ini telah ditempati 108 keluarga. Bangunan tersebut memiliki delapan lantai dengan unit hunian berukuran sekitar 36 meter persegi. Sejumlah fasilitas penunjang juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan penghuni.

Pengembangan hunian vertikal diharapkan tidak sekadar menjadi solusi atas keterbatasan lahan, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah dalam menata kawasan permukiman di Kota Solo.

Di sisi lain, persoalan perumahan di Solo tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan unit baru. Pemerintah kota juga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas rumah warga, terutama rumah yang masuk kategori tidak layak huni.

Karena itu, kebijakan perumahan diarahkan melalui dua pendekatan, yakni memperluas penyediaan hunian vertikal sekaligus meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang sudah ada.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Solo diharapkan tidak hanya mengejar penambahan jumlah unit tempat tinggal. Aspek kelayakan, keterjangkauan, dan kesesuaian hunian dengan kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor perumahan.



Editor : Bahana.
Hunian Vertikal Solo Rusunawa Mojo Perumahan Solo Respati Ardi pemkot solo