Imbas Gempa M 5,4 Cilacap, Perjalanan 21 KA Sempat Dihentikan Sementara oleh Daop 5 Purwokerto

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:45 WIB
Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengecek kondisi jembatan kereta api pascagempa M 5,4 Cilacap yang terjadi pada Jumat (4/9/2026), pukul 12.05 WIB. (ANTARA/KAI Purwokerto)
Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengecek kondisi jembatan kereta api pascagempa M 5,4 Cilacap yang terjadi pada Jumat (4/9/2026), pukul 12.05 WIB. (ANTARA/KAI Purwokerto)

 

SOLO - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, dan sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.05 WIB.  Guncangan berpusat di laut pada jarak 59 kilometer arah selatan Kota Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangannya.


Menyusul gempa yang terjadi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengambil langkah sigap.

Baca Juga: Viral Pelaku Penjambretan Sadis Nenek Bertongkat di Semarang Akhirnya Ditangkap, Ngaku Sudah 12 Kali


Sebanyak 21 perjalanan Kereta Api (KA) yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat diberhentikan sementara melalui skema Berhenti Luar Biasa (BLB).


Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menegaskan, tindakan penghentian sementara perjalanan kereta tersebut merupakan standar operasional penanganan darurat pascagempa.
Selama masa penanganan, tim teknis diterjunkan untuk menyisir dan memeriksa secara ketat seluruh komponen prasarana perkeretaapian.


Pemeriksaan meliputi kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga sinyal dan jaringan pendukung operasional.
"Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan," ujar As'ad, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: 60 Hari Lebih Tak Diguyur Hujan, DIY Mulai Terancam Kekeringan


Pihak KAI mengonfirmasi dari hasil penyisiran menyeluruh, tidak ditemukan kerusakan pada jalur maupun bangunan operasional.  Seluruh lintasan dinyatakan aman dan kini perjalanan kereta api telah kembali berjalan normal.


Daftar 21 Kereta Api yang Sempat Dihentikan
Penundaan perjalanan melalui skema BLB tersebut berlangsung bervariasi antara 12 hingga 66 menit. 
Penundaan terlama dialami oleh KA 291 Kutojaya Selatan selama 66 menit. Sedangkan durasi paling singkat dialami KA 51F Purwojaya selama 12 menit.


Berikut adalah daftar lengkap 21 perjalanan KA yang sempat dihentikan sementara imbas gempa Cilacap:
KA 110 Fajar Utama Jogja
KA 106 Gajahwong
KA 16 Argo Dwipangga
KA 46 Taksaka
KA 188 Joglosemarkerto
KA 10C Argo Wilis
KA 114C Sawunggalih
KA 78D Lodaya
KA 6 Argo Semeru
KA 89 Gaya Baru Malam Selatan
KA 69 Malabar
KA 291 Kutojaya Selatan
KA 51F Purwojaya
KA 275B Pasundan
KA 8005 (Angkutan Barang)
KA 143B Madiun Jaya
KA 2623 (Angkutan Barang)
KA 75B Mataram
KA 201 Joglosemarkerto
KA 61B Manahan
KA 161 Bangunkarta

Pihak Manajemen KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan jadwal perjalanan yang dialami oleh para penumpang akibat insiden alam ini.


KAI menegaskan, saat ini seluruh layanan perkeretaapian di jalur selatan Jawa tersebut sudah dapat diakses dengan normal kembali.


“Setelah pemeriksaan selesai dan lintas dinyatakan aman, seluruh perjalanan KA di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto kembali berjalan normal,” tandas As’ad. (rs/laz)

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
magnitudo cilacap BMKG Gempa bumi