SOLO - Kebakaran TPA Putri Cempo belum juga sepenuhnya padam. Memasuki hari kelima penanganan, titik api masih terdeteksi di dalam timbunan sampah di Blok B, C, dan D.
Berbagai metode terus dikerahkan, mulai penyemprotan manual, injeksi air ke timbunan sampah, hingga water bombing dari udara. Pemerintah Kota Solo kini bahkan mempertimbangkan modifikasi cuaca untuk mempercepat proses pemadaman.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, berdasarkan pemantauan menggunakan perangkat pendeteksi panas atau geothermal, masih banyak titik api yang berada di dalam timbunan sampah. “Kita lihat dari geothermal memang masih banyak titik api di dalam,” beber Respati, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Dampak Karhutla Kalimantan, Habitat Satwa Liar Terancam hingga Ditemukan Landak Mati Terbakar
Titik api tersebut juga terlihat dari kepulan asap yang masih muncul di sejumlah lokasi pada siang hari. Pada malam hari, beberapa titik kembali membara.
Kondisi itu membuat upaya pemadaman dari udara terus ditingkatkan untuk membantu petugas yang melakukan penyisiran secara manual di lokasi yang masih dapat dijangkau.
Respati mengatakan intensitas water bombing akan ditambah dibandingkan hari sebelumnya. Selain itu, Pemkot Surakarta telah mengirim surat kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta dukungan terkait modifikasi cuaca.
Langkah serupa pernah dilakukan di Solo saat banjir pada 2025. Modifikasi cuaca juga pernah menjadi bagian dari penanganan kebakaran TPA Putri Cempo pada September 2023. “Kami sudah bersurat, targetnya padam secepatnya,” tegas Respati.
Berdasarkan pantauan hingga Minggu (6/9), proses pemadaman masih berlangsung secara manual maupun dari udara. Petugas pemadam kebakaran menyisir sejumlah titik dan melakukan penyemprotan serta injeksi air ke dalam timbunan sampah untuk melokalisasi api.
Baca Juga: Imbas Gempa M 5,4 Cilacap, Perjalanan 21 KA Sempat Dihentikan Sementara oleh Daop 5 Purwokerto
Kepala BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan, Blok B dan D masih menjadi titik yang kerap memunculkan api dan kepulan asap cukup besar. Sementara di Blok C, asap masih terlihat di sejumlah titik.
“Sampai siang ini Blok B dan D masih sering memunculkan api dan menghasilkan asap yang cukup besar. Sementara yang C di beberapa titik juga masih terlihat asapnya. Makanya pengawasannya kita pakai drone geothermal itu,” terang Ari.
Pemadaman manual dan water bombing masih difokuskan di tiga blok tersebut. Untuk area yang sulit dijangkau petugas, seperti Blok B, sementara ini pemadaman dari udara menjadi salah satu metode utama.
Ari mengatakan sebanyak 247 personel dari berbagai unsur masih dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka didukung 32 armada yang beroperasi secara bergantian.
Baca Juga: Viral Pelaku Penjambretan Sadis Nenek Bertongkat di Semarang Akhirnya Ditangkap, Ngaku Sudah 12 Kali
“Fokus pemadaman masih kita lakukan di tiga blok. 247 personel masih berjuang, 32 armada juga terus bergantian mengoptimalkan pemadaman di sini. Untuk modifikasi cuaca, kita sudah bersurat ke BMKG, kita tunggu dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Red),” beber Ari.
Pemkot Surakarta berharap dukungan modifikasi cuaca dapat segera terealisasi untuk memperkuat upaya pemadaman, terutama terhadap titik api yang berada jauh di dalam timbunan sampah dan sulit dijangkau secara langsung. (ves/laz)
Editor : Sevtia Eka NovaSumber : Radar Solo