SOLO - Menyustunya volume air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri memunculkan fenomena tahunan. Kompleks makam kuno yang berada di dasar waduk mulai terlihat.
Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro. Sebagian struktur nisan bangunan makam masih tampak utuh. Tapi tidak sedikit yang sudah terkikis akibat terendam air waduk selama puluhan tahun.
Baca Juga: Tragedi Maut SMPN 2 Sumberlawang Sragen, Terdakwa Anak Divonis 2,5 Tahun Penjara
Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari menjelaskan, munculnya makam-makam kuno tersebut merupakan fenomena yang berulang setiap musim kemarau. Meski demikian, untuk tahun ini belum seluruh kompleks makam terlihat lantaran permukaan air WGM masih tergolong cukup tinggi.
"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena masih ada air. Penghujan kemarin kan membuat debit waduk cukup banyak. Jadi saat ini masih ada airnya," ujar Soemardjono, Senin (7/9).
Baca Juga: Selain Masker dan Kacamata, Siapkan Barang-Barang Berikut untuk Waspadai Abu Vulkanik Krakatau
Secara historis, deretan makam tersebut sudah ada jauh sebelum proyek pembangunan WGM direalisasikan. Ketika proyek waduk mulai berjalan, masyarakat yang bermukim di kawasan terdampak melakukan migrasi massal melalui program bedol desa atau transmigrasi. (al/laz)
Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo