Beraksi di Depan Ibu Kandungnya, Pelaku Penikaman Petani di Masaran Sragen Dibekuk Polisi 

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 20:45 WIB
Lokasi S menikam Ngadiman, petani warga Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9).  AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO
Lokasi S menikam Ngadiman, petani warga Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9).  AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO

 

 

SOLO - Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap S, 35, pelaku penikaman terhadap Ngadiman, 65, warga Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9/2026).

​Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengonfirmasi bahwa pelaku sudah berada di Mapolres Sragen untuk menjalani pemeriksaan intensif.

​"Semua sudah terungkap ya, karena itu masuknya tangkap tangan. Pelakunya satu orang. Barang bukti juga sudah diamankan di Satreskrim Polres Sragen," terang Kapolres.

Baca Juga: Kereta Kelinci Rombongan Ibu-Ibu PKK Terguling ke Jurang di Bayat Klaten: Dua Luka Berat

Hasil penyelidikan polisi, motif penikaman berawal dari perselisihan batas dan pengairan sawah antara S dan Ngadiman yang memuncak beberapa hari sebelum kejadian.

​Rasa sakit hati S kian membara setelah teringat ucapan Ngadiman yang akan 'macul ndas' (mencangkul kepala) pelaku.

​"Pelaku merasa terancam dengan kalimat korban yang menyebut akan 'macul ndas'-nya, sampai pelaku tidak bisa tidur semalaman," ungkap Kapolres.

​Dendam yang menumpuk itu meletus pada Subuh nahas tersebut. Saat pelaku berada di depan rumahnya, ia melihat korban melintas santai untuk berlari kecil. 

Baca Juga: Manjakan Konsumen, Astra Motor Yogyakarta x Larissa Hadirkan Undian Honda BeAT

Tanpa berpikir panjang, S yang emosinya sudah tersulut langsung mengejar dan menyerang korban secara spontan. ​ Aksi penganiayaan brutal di halaman rumah itu berlangsung cepat dan disaksikan beberapa saksi mata. Salah satunya ibu kandung S.

Mendapat serangan tiba-tiba, Ngadiman ambruk tak berdaya. "Luka tusuk di bagian leher. Namun untuk detail luka lainnya, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan otopsi dari pihak rumah sakit," jelas Dewiana.

Sebilah pisau yang digunakan sebagai alat eksekusi ditemukan penyidik dalam kondisi tertancap di batang pohon pisang tepat di depan rumah pelaku.

​Jajaran Satreskrim Polres Sragen terus mendalami keterangan saksi serta melengkapi berkas perkara. Sementara itu, jenazah Ngadiman masih diotopsi di RSUD Dr Moewardi Solo guna melengkapi alat bukti forensik. (din/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Solo
petani polres sragen polisi Penikaman