Pertama Merantau, Pemuda asal Kepatihan Wetan Solo Hilang Bersama Tenggelamnya KM Virgo

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB
Keluarga memperlihatkan foto Aldo yang menjadi salah satu korban KM Virgo Transport 8. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Keluarga memperlihatkan foto Aldo yang menjadi salah satu korban KM Virgo Transport 8. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

 

SOLO - Niat Aldo Nurahmansya membantu orang tua dengan bekerja di perantauan berujung kabar duka. Pemuda asal Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, itu menjadi salah seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan setelah kapal mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).


Aldo berangkat ke Kalimantan pada Jumat (11/9/2026) pagi. Pemuda yang untuk kali pertama merantau itu hendak bekerja di perkebunan kelapa sawit bersama sejumlah temannya.


Paman Aldo, Suyono, membenarkan keponakannya merupakan salah seorang penumpang KMP Virgo Transport 8. Keluarga baru mengetahui kabar kecelakaan kapal tersebut pada Senin (14/9) pagi dari orang tua Aldo.

Baca Juga: Kemarau Bawa Berkah bagi Petani Tembakau Boyolali; Daun Lebih Tebal dan Kualitas Panen Meningkat


 "Saat ini kami belum ada kabar dan tindak lanjut lainnya. Tetapi terkait informasi soal Kapal Virgo yang salah satu penumpangnya keponakan saya itu memang benar. Aldo ini memang berangkat ke Kalimantan untuk bekerja di kebun kelapa sawit," kata Suyono.


Secara administrasi kependudukan, Aldo tercatat sebagai warga RT 06/RW 01 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres. Namun, dalam kesehariannya Aldo tinggal bersama ibu kandungnya di Ngringo, Karanganyar.


Meski demikian, Aldo masih rutin datang ke Kepatihan Wetan untuk bertemu Suyono dan kerabat lainnya.
Suyono mengatakan, orang tua Aldo telah berpisah. Aldo kemudian tinggal bersama ibunya. Keinginan untuk membantu orang tua menjadi salah satu alasan Aldo memilih mencari pekerjaan di luar daerah.

Baca Juga: Dinas Pariwisata DIY Nilai JJLS Kelok 23 Buka Peluang Wisata dan Usaha Baru


"Jadi bapaknya Aldo itu sudah pisah sama ibunya, Aldo itu tinggal ikut ibunya. Tetapi KK-nya memang ikut sini. Aldo ini niatnya untuk membantu orang tua bekerja, makanya berupaya untuk merantau sama teman-temannya," ujarnya.


Menurut Suyono, Aldo berangkat bersama sejumlah teman yang usianya tidak jauh berbeda. Kepergian tersebut juga menjadi pengalaman pertama Aldo merantau untuk mencari pekerjaan.


"Infonya memang berangkat bareng teman-temannya. Ini juga pertama kali merantau untuk mencari kerja," ucapnya.


Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar dan berharap Aldo segera ditemukan. Harapan serupa juga dirasakan keluarga Ahda Dhiyaurrohman, 19, warga Gandekan, Jebres, yang turut berada dalam KMP Virgo Transport 8 dengan tujuan yang sama, yakni mencari pekerjaan di Kalimantan.


Aldo dan Ahda menjadi dua warga Solo Raya yang tercatat sebagai penumpang KMP Virgo Transport 8. Keduanya berangkat membawa harapan mencari penghidupan di perantauan, tetapi belum kembali setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Hingga kini, keduanya masih dalam pencarian tim SAR. (ves/laz)

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
KMP Virgo Transport 8 laut jawa Kecelakaan kapal