Baru Terima Pasokan Empat Truk Fuso, Kerugian Kebakaran di Winong Boyolali Tembus Rp 250 Juta

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB
Kebakaran gudang rosok di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota, Senin (21/9/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kebakaran gudang rosok di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota, Senin (21/9/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

 

SOLO - Musibah kebakaran hebat yang melanda bangunan gudang penampungan barang bekas (rongsokan) di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota, Senin (21/9), diperkirakan menimbulkan kerugian materiil menembus angka lebih dari Rp 300 juta.


Sebagian besar nilai kerugian karena material limbah plastik yang ludes dilalap si jago merah. Pemilik usaha rongsokan, Widodo (52), membeberkan bahwa estimasi nilai barang bekas yang tersimpan di dalam area gudangnya saja sudah menyentuh angka Rp 250 juta.


 Total kerugian melonjak signifikan lantaran fasilitas tersebut baru saja menerima pasokan stok barang bekas dalam skala besar beberapa saat sebelum insiden terjadi.

Baca Juga: Jumenengan Hangabehi Jadi Sorotan, Polemik Suksesi Keraton Solo Belum Berakhir


“Nilai barangnya saja sekitar Rp 250 juta karena kemarin baru masuk empat truk Fuso. Barang-barang itu sampah plastik yang sudah dipres,” terang Widodo di lokasi kejadian, Senin (21/9/2026).


Widodo menerangkan, tumpukan material limbah tersebut sedianya dipersiapkan untuk melewati tahapan pemilahan (sorting) sebelum dikirimkan kembali menuju pabrik pengolahan daur ulang. “Setelah disortir, baru dikirim lagi ke pabrik,” tambahnya.


Estimasi kerugian yang ditaksir menembus angka Rp 300 juta tersebut baru mengalkulasi nilai material rongsokan serta kehancuran barang failitas penunjang usaha.

Baca Juga: Pertama Merantau, Pemuda asal Kepatihan Wetan Solo Hilang Bersama Tenggelamnya KM Virgo


Sementara itu, besaran kerugian atas kerusakan fisik konstruksi bangunan belum dapat dikalkulasikan secara pasti mengingat status lahan dan properti merupakan aset sewaan.


“Kerugian untuk bangunan belum ditaksir karena rumah dan lahannya ini saya sewa,” ungkap Widodo.


Diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran di lokasi tersebut pertama kali terdeteksi warga sekitar pada pukul 13.00 WIB.


Kobaran api membesar dengan cepat akibat dominasi material olahan plastik yang sangat mudah terbakar, hingga memicu kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi.


Guna menerobos pekatnya asap, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) diharuskan memakai perangkat alat bantu pernapasan mandiri (Self Contained Breathing Apparatus/SCBA) selama menyemprotkan air ke titik api.

Baca Juga: Tuntut Presiden Prabowo Minta Maaf, Aksi Lakban Hitam di Monumen Pers Wartawan Soloraya Tolak Stigmatisasi "Londo Ireng"


Di tempat yang sama, tim medis dari PMI disiagakan untuk menyalurkan pasokan oksigen murni kepada personel Damkar, TNI, Polri, serta relawan yang mengalami sesak napas dan kelelahan.


Dampak dari amukan api menyebabkan seluruh bagian dalam rumah yang dialihfungsikan sebagai gudang penyimpanan tersebut hangus tak tersisa dan hanya menyisakan tembok struktur luar.


Hingga Senin sore, tim gabungan masih terus melakukan prosedur pendinginan (cooling down) guna memastikan seluruh sisa bara api benar-benar padam dan mencegah timbulnya titik api susulan. (fid/laz)

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
Damkar limbah plastik kebakaran