Jangan Dibuang, Minyak Jelantah di Pekalongan Bisa Disulap Jadi Rupiah

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:16 WIB
istimewa
istimewa

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah selama ini kerap berakhir di saluran pembuangan. Namun, kebiasaan tersebut mulai didorong untuk ditinggalkan di Kota Pekalongan. Pemerintah kota mengajak masyarakat mengumpulkan jelantah agar tidak menjadi limbah sekaligus bisa memberikan nilai ekonomi.

Gerakan tersebut digagas Pemkot Pekalongan bersama Tim Penggerak PKK melalui edukasi pengelolaan lingkungan. Sasaran program tidak hanya masyarakat, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Joko Purnomo mengatakan minyak jelantah yang dikumpulkan masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku energi.

Jelantah dapat diolah lebih lanjut menjadi biodiesel maupun bahan bakar penerbangan. Karena itu, minyak bekas yang selama ini dianggap tidak memiliki manfaat diharapkan bisa masuk dalam rantai pengolahan yang lebih produktif.

Baca Juga: WNA Thailand Gelar Pelatihan Face Lifting Berbayar di Jakut, Dideportasi

Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, pemanfaatan tersebut juga membuka peluang agar limbah rumah tangga memiliki nilai ekonomi.

Upaya itu kemudian dikemas dalam Gerakan Bersama Mengubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah).

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan program tersebut akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan. Kader PKK, Posyandu, OPD, ASN hingga Dharma Wanita Persatuan akan dilibatkan dalam gerakan pengumpulan minyak jelantah.

Gemar Jariah dijadwalkan diluncurkan pada 5 Oktober 2026. Program tersebut diharapkan menjadi awal untuk membangun kebiasaan baru masyarakat dalam mengumpulkan minyak goreng bekas.

Pada tahap awal, Pemkot Pekalongan menargetkan sedikitnya 2.500 liter minyak jelantah dapat dikumpulkan.

Konsep pengumpulannya dibuat menyerupai tabungan. Minyak jelantah yang disetorkan nantinya memiliki nilai rupiah sehingga masyarakat tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari minyak bekas yang dikumpulkan.

Target tersebut masih berpeluang meningkat. Sebab, setiap ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan juga didorong menyumbangkan sedikitnya satu liter minyak jelantah.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah minyak yang terkumpul. Edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga juga menjadi bagian penting dari program.

Baca Juga: Trotoar Dipakai Jadi Bengkel, Satpol PP Cilincing Turun Tangan

Masyarakat diharapkan mulai melihat minyak jelantah bukan sebagai sampah yang harus dibuang, melainkan limbah yang masih dapat dimanfaatkan.

Dengan begitu, kebiasaan sederhana mengumpulkan minyak goreng bekas dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan menghasilkan nilai ekonomi.

 

Editor : Bahana.
Minyak Jelantah Gemar Jariah Rupiah lingkungan pekalongan