SOLO - Rencana sterilisasi parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mendapat penolakan warga RW 13 Gilingan. Sebanyak 56 juru parkir yang seluruhnya merupakan warga setempat khawatir kehilangan sumber penghasilan jika kebijakan tersebut diberlakukan.
Penolakan disampaikan warga melalui aksi pemasangan sejumlah spanduk di Jl Mentawai 1, Selasa (29/9). Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membatalkan rencana sterilisasi parkir di kawasan tersebut.
Ketua Paguyuban Parkir Zayed wilayah setempat Lanyono mengatakan, warga terdampak langsung oleh rencana tersebut. Aktivitas parkir selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan warga. “Hari ini ada sterilisasi parkir dari Dinas Perhubungan. Tuntutan warga, kami meminta sterilisasi itu dibatalkan,” kata Lanyono, Selasa (29/9).
Baca Juga: Sidang Gugatan 318 Pekerja PT MTG Ditunda karena Berkas Kedua Pihak Belum Lengkap
Sejumlah spanduk penolakan dipasang warga, antara lain bertuliskan “Warga RW 13 Menolak Steril Parkir” dan “Sing Ameh Ngopeni Keluargaku Sopo?”. Warga menilai kebijakan tersebut akan berdampak terhadap kehidupan ekonomi keluarga mereka.
“Di sini ada 56 juru parkir yang semuanya warga di sini. Kalau steril akan banyak penghasilan, selain itu rezeki kami mati,” paparnya.
Lanyono menegaskan, paguyuban parkir tersebut merupakan kelompok warga dan bukan organisasi masyarakat. Selama ini, pihaknya mengklaim aktivitas parkir berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami ini kan warga yang terdampak, dulu dari pihak Masjid Zayed kan juga menyatakan semua kembali ke masyarakat. Ini kan paguyuban warga, bukan ormas,” tegasnya.
Baca Juga: Senyum Ramah dan Bahasa Jawa Halus, Sosok Mas-Mas di TikTok Ini Bikin Penonton Terpukau
Menurut Lanyono, warga juga memiliki sejumlah kegiatan sosial dan fasilitas pendukung di kawasan parkir. Di antaranya pemasangan CCTV di 14 titik, kebersihan, satgas bina mitra, kegiatan PKL, Jumat Berkah, hingga bantuan pendidikan bagi anak-anak warga setempat.
“Kalau soal dampak ke masyarakat, paguyuban kami memberikan banyak manfaat untuk warga mulai dari beasiswa untuk anak-anak warga di sini. Selama ini kami dapat izin, untuk parkir insidental dan area parkir di sini selalu tertib,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Surakarta melakukan penertiban parkir di sejumlah kawasan sekitar Masjid Zayed. Penertiban salah satunya dilakukan di sisi barat masjid karena ditemukan praktik penarikan retribusi di luar ketentuan.
Di tengah penataan tersebut, Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan jajaran terkait juga telah bertemu juru parkir serta pengelola parkir di sisi timur masjid untuk membahas rencana sterilisasi.
Kepala Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad mengatakan, penolakan warga membuat pelaksanaan sterilisasi untuk sementara ditunda. Pemkot akan melakukan konsolidasi untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
“Terkait kebijakan ini ternyata kan ada penolakan dari warga, jadi ya sementara kita tunda dulu kita carikan solusi terbaiknya dulu. Akan kita laporkan dulu ke Pak Wali,” ucap Taufiq.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Memandikan Meriam Beranak untuk Memohon Hujan di Kotawaringin Lama
Taufiq menjelaskan, rencana sterilisasi tidak mencakup seluruh Jl Mentawai 1. Penataan hanya diberlakukan pada sisi barat jalan yang berbatasan langsung dengan kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed.
Sementara sisi timur Jl Mentawai 1 masih dapat digunakan untuk aktivitas PKL dan parkir. “Dua hari ini kami sosialisasikan warga kan intinya menolak. Warga memohon agar di sana (sisi barat Jl Mentawai 1/timur masjid) tetap bisa digunakan. Ya ini kita carikan win-win solution dulu,” terang Taufiq. (ves/laz)
Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo