Akibat Kabel Internet Ngelewer, Emak-Emak di Sragen Alami Patah Tulang Kaki

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:16 WIB
Kabel internet ngelewer di Jalan Raya Tanon–Sumberlawang, Sragen yang mencelakai pengendara, Selasa (29/9/2026) siang. (Foto: Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kabel internet ngelewer di Jalan Raya Tanon–Sumberlawang, Sragen yang mencelakai pengendara, Selasa (29/9/2026) siang. (Foto: Ahmad Khairudin/Radar Solo)

SOLO – Semrawutnya jaringan kabel internet liar di jalanan Kabupaten Sragen kembali menelan korban jiwa. Kali ini, nasib nahas menimpa Sumiatun, 41, seorang penjahit baju asal Dukuh Karangsido, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon.

Sepeda motor yang dikendarainya tersangkut kabel wifi yang menjuntai rendah alias ngelewer di Jalan Raya Tanon–Sumberlawang, Selasa (29/9/2026) siang.

Akibat insiden tragis tersebut, Sumiatun mengalami patah tulang parah di kaki kanan hingga harus dilarikan ke RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Kartasura untuk menjalani tindakan operasi besar.

Baca Juga: Full Pedestrian Malioboro Dikeluhkan Driver Ojol, Wakanda Jogja Khawatir Performa Turun

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Sumiatun mengendarai Honda Beat dari arah timur menuju barat untuk menjemput anaknya di SMPN 2 Sumberlawang.

Melintas di Dukuh Ploso, Desa Jati, ia tak menyadari ada bentangan kabel berukuran kecil yang menjuntai agak ke tengah jalan.

”Ukurannya kecil dan menjuntai rendah, jadi tidak begitu kelihatan. Tiba-tiba kabel tersangkut di motor,” tutur Sumiatun saat dihubungi wartawan, Kamis (1/10/2026).

Seketika, laju motornya tertahan hebat lalu terpental. Sumiatun terlempar dan terseret beberapa meter di aspal. Benturan keras membuat tulang kaki kanannya patah remuk hingga menonjol keluar. "Setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa lagi," kenangnya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Ayah Kandung Jadi Tersangka dalam Kasus Pencabulan Balita di Sleman

Tragedi ini melumpuhkan perekonomian keluarga Sumiatun. Aktivitasnya menjahit terhenti total, begitu pula rutinitas harian mengantar jemput sang buah hati. Ironisnya, pemilik vendor penyedia jasa internet (ISP) disinyalir lepas tangan.

Kakak korban, Wagimin, 54, mengungkapkan bahwa petugas Wi-Fi sempat datang ke lokasi hanya untuk memperbaiki kabel yang putus. Namun, mereka terkesan mengelak dan berbohong kepada warga sekitar dengan mengklaim masalah telah diselesaikan secara damai dengan keluarga.

"Itu bohong besar. Sampai detik ini tidak ada satu pun perwakilan penyedia Wi-Fi yang datang menjenguk atau bertanggung jawab. Mereka malah lari dari tanggung jawab," tegas Wagimin.

Baca Juga: Lahan Tak Bisa Ditanami, Petani Gunugkidul Pilih Kumpulkan Daun Kering untuk Diolah Jadi Pupuk

Tak terima atas perlakuan tersebut, pihak keluarga resmi melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Pihak keluarga menuntut ganti rugi penuh atas seluruh biaya pengobatan dan kerugian yang dialami korban.

Wagimin juga mendesak Pemkab dan DPRD Sragen bertindak tegas menata kabel-kabel liar yang dipasang asal-asalan di pohon maupun tiang jalan. Apalagi, saat ini DPRD Sragen sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) terkait penataan dan regulasi bisnis penyedia jasa internet.

"Kabel-kabel itu dipasang sembarangan, sangat membahayakan. Kami minta Dewan dan dinas terkait segera menertibkan, jangan tunggu ada korban jiwa lagi," tandasnya. (din/adi/laz)

Sumber: Radar Solo

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Solo
Karangtalun kabel internet Sumiatun RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso sragen