Kebakaran Hutan Gunung Lawu Meluas, BPBD Karanganyar Dirikan Dua Pos

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:58 WIB
Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu di Karanganyar, Jumat (16/10). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu di Karanganyar, Jumat (16/10). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

SOLO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Lawu di Karanganyar sejak Kamis (15/10/2026) sore terus meluas.


Hingga Jumat (16/10/2026), kobaran api diperkirakan telah melahap sekitar 35 hektare lahan yang didominasi vegetasi alang-alang, tanaman perdu, hingga pohon pinus.


​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, titik api tersebar di kawasan hutan petak 28B, 32, 62C, dan 63 RPH Blumbang, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Baca Juga: Olah Limbah Minyak dan Lemak Jadi Bahan Baku Biofuel, Pertamina-PAL Jaya Jalin Sinergi


​Upaya pemadaman maraton telah dikerahkan oleh tim gabungan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, SAR, dan ratusan relawan.


Koordinator Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu sekaligus Kabid Ops SAR Karanganyar, Cepak Al Rosyid Fauzan mengungkapkan, ratusan personel diterjunkan ke titik-titik rawan dengan membaginya ke dalam beberapa search and rescue unit (SRU).


”Kami menerjunkan personel untuk melakukan penyekatan dan pemadaman secara manual atau gepyokan sejak pagi,” ujar Cepak saat ditemui di Posko Gondosuli, Tawangmagu, Jumat (16/10) siang.

Baca Juga: Bermain Air di Puncak Air Terjun, Perempuan di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumbar Tewas Tergelincir


Namun, ganasnya tiupan angin puncak serta medan terjal di tepi jurang menjadi kendala utama. Mengingat keselamatan tim, operasi pemadaman di atas ketinggian sempat dihentikan sementara pada Jumat siang.


”Memasuki pukul 14.00 WIB, seluruh tim di atas terpaksa kami tarik mundur. Tiupan angin sangat kencang dan membuat kobaran api membesar dengan cepat. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan personel,” jelas Cepak.


Guna mengantisipasi perambatan api yang kian mendekati jalur pendakian dan pemukiman, tim Satgas Karhutla memperketat strategi penanganan untuk Jumat (16/10/2026).


Dua Pos Aju baru didirikan, yakni Pos Aju Tambak di wilayah Ngargoyoso dan Pos Aju Cemoro Kandang di Tawangmangu, sementara Posko Induk tetap berada di Desa Gondosuli.


”Di jalur pendakian Tambak, fokus utama kami besok adalah melakukan pelebaran sekat bakar hingga 3–4 meter dari Pos 2 sampai Pos 4 agar api tidak melompat. Sementara di jalur Cemoro Kandang dilakukan pemantauan ketat,” terangnya.

Baca Juga: Meski Tak Berada Tepat di Atasnya, Magelang Bisa Terdampak Sesar Merapi-Merbabu dan Opak


​Belajar dari risiko kecelakaan kerja pada karhutla di daerah lain seperti Karhutla Gunung Bromo Jawa Timur, pihak Satgas juga memberlakukan seleksi ketat bagi para relawan yang hendak naik melakukan pemadaman.


Relawan wajib dalam kondisi fisik prima, sehat jasmani, serta dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan P3K standar.


​Baik Basarnas, BPBD, maupun SAR Karanganyar serta personil yang tergabung dalam operasi penanganan Karhutla Gunung Lawu, mengimbau masyarakat luas untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru di sekitar kawasan lereng Gunung Lawu. (rud/adi/laz)

Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Solo
karhutla Cemoro Kandang kecelakaan kerja bpbd karanganyar gunung lawu