Dari masa ke masa, olahraga ini terus dimainkan dari kalangan apa saja. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul istilah Fun Football. Sebuah istilah yang menunjukan bagaimana sepak bola dimainkan secara santai dan penuh kesenangan oleh para komunitas.
Di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) ada banyak sekali komunitas Fun Football. Mereka biasanya terbentuk karena persamaan. Misalnya sama-sama mendukung sebuah klub tertentu. Sama-sama memiliki pekerjaan di bidang yang sama, dan banyak yang lain.
Namun, ada pula yang sengaja membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin ikut bermain sepak bola untuk bergabung. Salah satunya adalah Lintas FC. "Sesuai namanya, kami ini datang dari lintas latar belakang," ujar Presiden Lintas FC, Rio Aurio.
Rio mengisahkan bagaimana Lintas FC terbentuk. Menurutnya itu berawal di tahun 2014 lalu. Lintas FC sendiri disebut berawal dari lapangan futsal dan bernama Doraemon FC. Namun, setelah beberapa waktu mereka beralih ke lapangan sepak bola karena sejak awal memang minatnya di situ.
"Nah kemudian terbentuklah Lintas FC di tahun 2017 sampai sekarang," jelasnya.
Tujuan Lintas FC yang menampung siapa saja yang ingin bergabung bukan isapan jempol saja. Menurut Rio, orang yang bermain di komunitas itu berasal dari mana saja. Mulai dari mahasiswa, pedagang, akademisi, pekerja perbankan, dan banyak lagi yang lain. "Intinya kami main dengan bahagia, tambah seduluran, sesuai dengan slogan when football meet fun," ujar Rio.
Lintas FC biasanya berkumpul bersama sepekan sekali, di akhir pekan untuk bermain sepak bola. Lapangan yang digunakan pun selalu bervariasi. Keliling di berbagai wilayah di DIJ.
Menariknya, orang yang bermain sepak bola bersama Lintas FC tidak hanya akan mendapatkan kesenangan dan badan yang fit karena berolahraga. Mereka juga mendapatkan fasilitas lain berupa foto-foto keren yang akan dibagikan selepas pertandingan. Dengan membayar iuran yang sudah disepakati sebelumnya tentu saja.
Lebih lanjut, Rio menjelaskan selama ini timnya itu juga kerap melakukan pertandingan lawatan ke komunitas lain yang ada di luar DIJ. Itu kerap dilakukan sebelum adanya pandemi Covid-19. "Ya intinya saling mengunjungi, tak jarang kami juga menjamu komunitas lain di sini," tandasnya. (din/er). Editor : Administrator