"Daerah Westlake rencana akan dibuat elevated di atas ring road. Nah pasti ada pilar-pilar, kekuatan tanah itu apakah bisa atau kuat untuk menahan pilar-pilar tersebut," tegas Kabag Humas PT Jogjasolo Marga Makmur Rachmat Jesiman Putra kemarin (13/3).
Metode penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui kontur tanah. Sampel diambil kemudian dikirim ke laboratorium guna mengetahui kelayakan tanah, sebagai dasar perencanaan pembangunan. "Karena kontur tanah berbeda-beda, ada yang masih basah, lumpur di dalamnya atau udah keras. Jadi sepanjang itu dites diambil sampelnya," jelasnya.
Dia memastikan pengambilan sampel tanah tidak mengganggu lalu lintas. Terlebih menghadapi puasa dan mudik lebaran 2023. Pengambilan sampel dikebut secepat mungkin. "Arus lalu lintas tetap kondusif. Dan tidak ada penutupan jalan juga. Saat ini kita lakukan 10 Maret-8 April selama sebulan karena kami mengejar tidak mengganggu arus mudik," jelasnya.
General Manager Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) Muhammad Tilawatil Amin menambahkan pentingnya pengambilan sampel tanah. Digunakan sebagai acuan detail engineering design (DED) dan rencana teknik akhir (RTA).
"Kan dibutuhkan pengetahuan kondisi tanah di situ. Iya konturnya. Penyelidikan tanah untuk membuat DED atau RTA. Intinya menentukan jenis struktural," jelasnya.
Sementara itu, pembebasan lahan terus berproses. Pembebasan lahan Jalan tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo dibagi tiga tahap. Per 24 Februari 2023, pembebasan lahan untuk Tahap 1, Paket 1.1 telah mencapai 94,06 persen dan untuk Paket 1.2 sebanyak 74,73 persen. Sedangkan untuk tahap II dan tahap III saat ini sedang dilakukan persiapan termasuk didalamnya kegiatan proses penetapan lokasi di Tahap II. (lan/bah) Editor : Administrator