"Di hari Minggu kalau puasa seperti ini hanya buka setengah hari. Para pengunjung pun kebanyakan juga hanya main saja, tidak ada yang beli," ujar salah seorang penjual burung Budi saat ditemui kemarin (23/3).
Ia mengatakan saat bulan puasa seperti ini biasanya omzet turun hingga 50 persen. Jika biasanya sebulan ia mendapat pemasukan sebesar Rp 2 juta, pada saat Ramadan ia hanya mendapat separonya saja.
"Yang biasanya saya sehari bisa menjual tiga hingga empat burung, namun kalau bulan puasa seperti ini jarang ada pembelinya. Dagangan juga tidak keluar sama sekali," ungkapnya.
Untuk tetap mempertahankan dagangan yang notabene makhluk hidup yang butuh makan, Budi mengatakan ia juga menjual dagangannya lewat online. "Apa saja saya lakukan, asal bisa dapat uang," tuturnya.
Seorang penjual pakan burung, Bu Bagiyo juga mengeluhkan sepinya saat bulan Ramadan seperti saat ini. "Saat seperti bulan puasa ini, kadang dagangan saya tidak ada yang beli," tambahnya.
Bu Bagiyo mengakui pendapatannya juga menurun. Pada hari-hari biasa bisa mendapatkan Rp 3 juta, namun sekarang turun drastis, kadang hanya ada pemasukan Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. "Jualan seperti ini jarang dapat untung. Kadang buat makan saja pas-pasan," terangnya.
Turun drastisnya pendapatan juga dirasakan penjual kurungan burung Elok Karima. Kakek berusia 88 tahun ini mengaku omzetnya anjlok saat memasuki bulan Ramadan. "Pengunjung ada, sedikit, tapi juga hanya lewat saja," keluhnya. (cr2/laz) Editor : Administrator