Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jogja Selatan dan Bantul Diobrak-abrik

Administrator • Jumat, 31 Maret 2023 | 17:05 WIB
BENCANA LAGI: Warga berada di dalam bangunan tempat usaha yang rusak akibat diterjang angin kencang di Jalan Imogiri Timur, Bantul, kemarin (30/3). Puluhan bangunan rusak akibat tertimpa pohon yang roboh. Tercatat juga puluhan pohon dan baliho ambruk. (GU
BENCANA LAGI: Warga berada di dalam bangunan tempat usaha yang rusak akibat diterjang angin kencang di Jalan Imogiri Timur, Bantul, kemarin (30/3). Puluhan bangunan rusak akibat tertimpa pohon yang roboh. Tercatat juga puluhan pohon dan baliho ambruk. (GU
RADAR PURWOREJO - Hujan deras disertai angin kencang kembali terjadi di wilayah DIJ. Peristiwa yang berlangsung kemarin (30/3) menimpa di sejumlah titik, baik di Kota Jogja bagian selatan maupun di sejumlah kapanewon di Kabupaten Bantul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat setidaknya ada 12 kejadian. Paling parah menimpa enam kios di Pasar Giwangan yang terjadi sekitar pukul 14.30. Kios-kios di pasar buah dan sayuran itu pun ambruk setelah tertimpa pohon sonokeling yang roboh.

Sri Yanto, pemilik kios pun kaget dan langsung kabur ke dalam kios. Saat pohon di depan kiosnya tiba-tiba ambruk. Jeruk peras dan dua karung kolang-kaling dagangannya tak sempat dia selamatkan. "Hanyut semua," ungkapnya saat tengah beres-beres warung tadi malam.

Di Kabupaten Bantul, wilayah yang banyak terdampak bencana hidrometeorologi terjadi di sisi timur. Seperti kejadian atap kanopi roboh di Jalan Imogiri Timur Km 7 masuk Kapanewon Banguntapan. Tidak jauh dari titik itu, juga ada beberapa pohon tumbang.

Sub Koordinator Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Wantoro mengatakan, dari hasil pendataan sementara dampak kejadian angin kencang ada di wilayah Jetis. Tepatnya di sisi barat Stadion Sultan Agung dan wilayah sekitarnya.

"Selain di sebelah barat Stadion Pacar (Sultan Agung),  juga di beberapa titik lainnya," ujar Dwi saat dihubungi tadi malam (23/3).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mencatat ada 14 titik dampak bencana angin kencang yang terjadi pada Kamis (30/3) sore. Mayoritas kejadiannya sendiri berupa rumah rusak dan pohon tumbang akibat diterpa angin.

Angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30. Bermula dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir serta angin kencang. Kapanewon Banguntapan, tepatnya di Kalurahan Tamanan merupakan wilayah dengan dampak cukup parah.

Dari hasil pendataannya, ada sebanyak 14 titik dampak hujan angin. "Kami imbau masyarakat agar selalu berhati-hati di puncak musim penghujan seperti sekarang," katanya.

Ia menyebut ada atap rumah roboh di Padukuhan Nglebeng, Tamanan. Kemudian dua kejadian pohon tumbang di Padukuhan Botokenceng, Wirokerten, yang sempat menutup akses jalan dan memutus aliran listrik.

Di wilayah Padukuhan Donoloyo, Tamanan, BPBD juga mencatat dua pohon mangga menimpa teras rumah dan pagar milik warga. Kemudian di Padukuhan Glagah Kidul pohon waru menimpa atap garasi. Masih di Kalurahan Tamanan tepatnya di Padukuhan Grojogan, pohon munggur juga menimpa jaringan listrik dan sempat menutup akses jalan.

Dampak hujan angin di Padukuhan Glagah Kidul, ada dua kejadian pohon tumbang menimpa rumah warga, memutuskan aliran listrik, dan sempat menutup akses jalan. Di Padukuhan Grojogan, pendopo angkringan roboh akibat disapu angin. Lalu di Padukuhan Nglebeng pohon alpukat berdiameter 50 cm tumbang menimpa tembok dapur, kamar tidur  dan ruang tamu milik salah satu warga.

Dampak angin kencang juga dirasakan di Perumahan Puri Tamanan. Di wilayah itu pohon ketepeng menimpa atap rumah warga. Lalu di Padukuhan Glagah Kidul tercatat pohon tumbang yang menimpa atap gudang. Di Dladan juga terdata ada pohon tumbang menimpa bengkel.

"Di Padukuhan Nglebeng, BPBD Bantul juga mencatat kejadian pohon matoa menimpa tembok kos-kosan. Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat kami masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan," ungkap Antoni. (fat/inu/laz)
Photo
Photo
Editor : Administrator
#BPBD Bantul #Angin Kencang #Bencana alam