Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) A.J Dwi Winarsa mengatakan, pembangunan tol diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan industri dan pariwisata. Selain itu meningkatkan konektivitas antarwilayah.
"Jika sudah beroperasi penuh, perjalanan dari Semarang menuju Jogja atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat. Dari sebelumnya memakan waktu tiga jam menjadi hanya 1,5 jam," ujarnya kemarin (30/3).
Proyek Strategis nasional ini dalam pembangunannya mengedepankan kondisi lingkungan. Izin lingkungan telah diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).
"Setiap tahapan pekerjaan kontruksi terus didorong untuk tetap mengedepankan kualitas dan meminimalisasi dampak lingkungan sekitar," jelas Dwi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit dalam rapat dengar pendapat Komisi V DPR di Jakarta (28/3) mengatakan, ruas tol Jogja-Bawen merupakan satu dari sembilan ruas tol yang rencananya dioperasikan pada 2024.
"Sebagai upaya pengelolaan jalan tol berkelanjutan, Kementerian PUPR terus mendorong BUJT untuk terus meningkatkan kualitas dan estetika jalan tol dengan beautifikasi dan landscaping. Serta memperhatikan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) sebagaimana instruksi Menteri PUPR," jelasnya.
Sementara itu, pada 2024 ditargetkan sepanjang 262,41 km jalan tol akan beroperasi. Rinciannya Kayu Agung-Palembang-Betung (24,9 km), Padang-Pekanbaru (24,7 km), Cinere-Jagorawi seksi 3 (2 km), Sigli-Banda Aceh seksi 1 (24,67 km), Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi 3-4 (58 km).
Kemudian Serang-Panimbang seksi 2 (24,17 km), Solo-Jogja-YIA Kulonprogo paket 1-2 (42,37 km), Jogja-Bawen seksi 1 (8,8 km), dan jalan tol akses IKN (52,8 kmr). (lan/laz) Editor : Administrator