Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, survei jalur dilakukan bersama kepolisian, dinas pariwisata dan dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (DPUPR).
"Survei dilaksanakan baik jalur wisata maupun jalur mudik dan alternatif," kata Rakhmadian kemarin (30/3).
Dikatakan, hal ini untuk mengetahui ruas-ruas jalan utama dan alternatif untuk rekayasa lalin jika terjadi kepadatan. Selain itu dengan maksud untuk menentukan penambahan rambu lalulintas atau imbauan serta penunjuk arah."Kami juga melaksanakan beberapa operasi penegakan angkutan penumpang dan barang. Untuk memastikan kelayakan dan kesiapan angkutan nanti dalam menghadapi arus mudik dan balik lebaran 1444 H," ujarnya.
Menurutnya survei awal yang dilakukan belum lama ini, bersama dengan instansi terkait koordinasi melakukan perbaikan maraton fasilitas jalan baik penerangan jalan umum (PJU), alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta fasilitas lainnya. Dilakukan guna memaksimalkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengendara saat mudik dan balik."Ke depan dan sambil jalan persiapan-persiapan terus akan dilaksanakan," ucapnya.
Ancang-ancang melakukan persiapan pemeriksaan ramcek angkutan penumpang baik di pool bus dan terminal. Pemasangan himbauan, rambu-rambu dan pengarah tambahan di jalur utama maupun jalur alternatif.
"Pendirian posko baik terpadu maupun pos pelayanan mandiri di terminal, area perparkiran, dan jalur wisata," ucapnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengatakan jalur yang disurvei meliputi jalur utama, wisata dan jalur alternatif. Survei dilakukan untuk mengetahui mana saja titik rawan kepadatan agar bisa dilakukan rekayasa."Angkutan penumpang dan barang juga jadi sasaran dari persiapan awal mudik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan untuk arus mudik maupun arus balik," kata Bayu.
Kasatlantas Polres GunungkidulAKP Antonius Purwanta mengaku telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas selama masa libur lebaran nanti, terutama di jalur wisata pantai. Juga akan mendirikan pos pengamanan hingga pos pelayanan di titik-titik strategis."Seperti tahun sebelumnya, akan ada 7 pos didirikan," kata Antonius. (gun/din)