Dijelaskan, speed bump yang memiliki fungsi seperti polisi tidur ini untuk membatasi kecepatan pengendara,dipasang di perlintasan KA yang yang rawan atau memiliki resiko tinggi kecelakaan."Pemasangan speed bump penting sebab masih banyak perlintasan tanpa palang pintu dan penjagaan. Sementara perjalanan KA jelas akan meningkat selama arus mudik dan balik lebaran," jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya juga meminta izin kepada Pemkab Kulonprogo terkait peningkatan pelayanan di Stasiun Wates menjelang Lebaran 2023. Salah satunya penggunaan lahan untuk memperluas kapasitas parkir."Jumlah penumpang di Stasiun Wates terus meningkat. Ada KA lokal Prameks dan KA Bandara YIA yang sejauh ini penumpangnya memang cukup banyak. KA jarak jauh juga bertambah," ungkapnya.
Pj Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana mengatakan, sejauh ini kemacetan kendaraan di perlintasan sisi barat stasiun cukup tinggi, pasca penutupan perlintasan KA di sisi timur Stasiun Wates. Terkait hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo.
Salah satunya untuk mengatur tata kelola trafik untuk jangka pendek. Jangka menengah idenya membuat jalan layang bagi mobil dan motor. Kalau jangka panjangnya bagaimana jalur KA-nya yang melayang, dan itu masih sebatas wacana."Terkait pemasangan speed bump harus direspons masyarakat dengan lebih waspada ketika melalui perlintasan KA tanpa palang pintu. Speed bump jelas sangat mengamankan pengendara yang melintas," katanya. (tom/din)